Advertisement

Festival Tari Ramayana Ditargetkan Naik ke Level Internasional

Anisatul Umah
Minggu, 11 Agustus 2024 - 06:37 WIB
Sunartono
Festival Tari Ramayana Ditargetkan Naik ke Level Internasional Pementasan dalam HUT Ramayana Ballet Purawisata ke-48 di Mandira Baruga Purawisata, Sabtu malam (10/8 - 2024). Anisatul Umah/Harian Jogja.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ramayana Ballet Purawisata menutup rangkaian lomba Festival Tari Konservasi Ramayana dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 di Mandira Baruga Purawisata, Sabtu malam (10/8/2024). Dalam acara penutupan ini, tiga penampil terbaik festival tari mendapatkan trophy.

Komisaris Utama Mandira Baruga Yogyakarta, Ulla Nuchrawaty mengatakan tahun depan diharapkan festival ini sudah merambah ke level nasional dan internasional. Menurutnya festival kali ini diikuti 31 peserta dari sanggar tari di DIY hingga Jawa Tengah (Jateng).

Advertisement

BACA JUGA : Purawisata Jogja Gelar Festival Tari Konservasi Ramayana, Konsisten Pentaskan Tarian Tradisional 48 Tahun

Dia mengatakan bahwa bangsa Indonesia kaya akan budaya dan harus tetap di depan dalam menghadapi kemajuan zaman. Sehingga tema yang diangkat kali ini adalah Ramayana dan Peradaban. "Kami ingin tahun depan sudah merambah ke nasional dan internasional," ucapnya.

Ulla berharap generasi muda bisa terus melestarikan dan memelihara budaya. Ia menyebut banyak wisatawan dari mancanegara yang datang untuk menyaksikan Tari Ramayana. Oleh karena itu harus bisa menjadi yang terbaik sehingga mereka akan berbicara kepada dunia, bahwa ada sesuatu yang unik di Jogja.

"Semoga apa yang kami rintis sekian tahun bisa berbuah kebanggaan," katanya.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Agustin Peranginangin mengatakan sebagaimana diketahui bersama pariwisata nusantara khususnya di kawasan Borobudur, Jogja, Jateng, Jatim yang menonjol adalah budaya.

BACA JUGA : Warga Terluka Saat Berdesak-desakan Buang Sampah di Depo Purawisata Jogja

 Menurutnya kegiatan lomba ini menjadi sebuah usaha untuk melestarikan, menyebarkan nilai-nilai, dan mencari talenta muda. Ia berharap agar seluruh pengelola kawasan pariwisata bisa memanfaatkan kearifan lokal seperti ini.

"Sebagai paket wisata, sehingga lama tinggal dan belanjanya bertambah," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Aliran Duit Kuota Haji Tambahan Disisir KPK

Aliran Duit Kuota Haji Tambahan Disisir KPK

News
| Selasa, 07 April 2026, 10:47 WIB

Advertisement

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis

Wisata
| Minggu, 05 April 2026, 21:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement