Advertisement
Banyak Gepeng di Gunungkidul, Rumah Singgah Layani 30 Orang Telantar

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Bumi Handayani mengalami peningkatan. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Gunungkidul mencatat hingga Juni 2024 lalu sudah ada lebih dari 30 Gepeng yang ditanganinya di Rumah Singgah Welas Asih.
Satpol PP Gunungkidul juga mencatat mulai maraknya pelaporan atas pelanggaran ketertiban umum yang dilakukan oleh Gepeng. Beberapa kejadian sempat viral menunjukan dugaan paksaan untuk memberikan uang yang dilakukan para Gepeng.
BACA JUGA : Terjaring Razia, Gepeng di Sleman Bakal Langsung Dipulangkan
Advertisement
Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edy Basuki menerangkan terbaru mendapat laporan Gepeng yang memaksa minta uang ke pengguna jalan di depan Alun-alun Wonosari pada Selasa (20/8/2024). "Sudah kami cek ke lokasi, sudah kami identifikasi wajah Gepeng tersebut tapi ternyata di lokasi sudah tidak ada," jelasnya.
Satpol PP kerap menggelar operasi untuk mencegah Gepeng melanggar ketertiban umum. Operasi itu dilakukan sekitar lima kali dalam sebulan. "Dasar hukum kami dalam penanganan Gepeng ini adalah Perda No.7/2021 tentang Ketertiban Umum, tantangannya banyak sekali," ungkapnya.
Tantangan terbesar penanganan Gepeng di Gunungkidul, jelas Edy, adalah bandelnya mereka yang kebanyakan mengulangi perbuatannya. "Kami kerap menemukan Gepeng yang sudah ditertibkan, sudah dipulangkan ke rumahnya, tapi kemudian balik beroperasi lagi," ucapnya.
Para Gepeng di Gunungkidul, lanjut Edy, juga cerdik menghindari operasi yang dilakukan Satpol PP. "Mereka itu cerdik kucing-kucingan, misal kami operasi di Alun-alun maka mereka pindah ke terminal atau pasar," katanya.
Kepala Dinsos-P3A Gunungkidul, Asti Wijayanti menerangkan Rumah Singgah yang dikelolanya untuk menampung orang terlantar termasuk Gepeng berusaha maksimal menangani masalah sosial tersebut. "Kalau sudah berkali-kali masuk Rumah Singgah kami sendiri juga kewalahan maka kami tidak menerimanya," ucapnya.
Asti menjelaskan selama direhabilitasi di Rumah Singgah, para Gepeng juga diberikan edukasi agar tidak mengulangi lagi kesalahannya. "Bahkan jika itu dari luar daerah kami akan pulangkan mereka ke daerah asalnya, kalau tidak diketahui daerah asalnya kami rujuk ke balai sosial milik Pemda DIY," katanya.
BACA JUGA : Hasil Mengemis Lumayan", Gepeng Masih Saja Ditemukan Meski Berulangkali Ditertibkan
Rumah Singgah Welas Asih yang dikelola Pemkab Gunungkidul ini, jelas Asti, tak hanya mengurusi Gepeng tapi juga orang dengan gangguan jiwa hingga lansia terlantar. "Ada layanan yang kami sediakan tapi memang terbatas, kami batasi maksimal tiga hari lalu kami rujuk sesuai hasil penilaian masalahnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan, Warga Batam Mudik Via Malaysia
Advertisement

Taman Wisata Candi Siapkan Atraksi Menarik Selama Liburan Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Advertisement
Berita Populer
- Soal Kemacetan di Kota Jogja Saat Arus Mudik dan Libur Lebaran, Dewan Klaim Masih Terukur
- H-5 Lebaran, Jumlah Kendaraan Masuk DIY Via Exit Tol Tamanmartani Terus Meningkat
- Ada Kondisi Darurat Selama Lebaran 2025? Berikut Kontak dan Lokasi Posko Lebaran PMI di Wilayah DIY
- 18 Perusahaan di Kota Jogja Diadukan Terkait Masalah THR
- PROGRAM PENINGKATAN PENDIDIKAN: Pemkab Salurkan Bantuan Siswa Miskin dan Rentan Miskin
Advertisement
Advertisement