Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman meluruskan Informasi akan adanya dugaan tawuran yang berlanjut saling kejar-kejaran hingga akhirnya menyebabkan satu orang meninggal dunia di Seyegan pada Minggu (8/9/2024). Pasalnya, dari hasil olah TKP, diketahui bahwa korban meninggal akibat kecelakaan dengan pengendara lain dan bukan karena aksi tawuran. Hingga kini polisi pun masih menelusuri kebenaran ada tidaknya insiden tawuran tersebut.
"Jadi kemarin itu meninggal bukan karena tawuran, meninggal itu karena kecelakaan lalu lintas. Saat ini ditangani oleh Satuan Lalu Litas Polresta Sleman," ujar Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Yuswanto Ardi, Senin (9/9/2024).
Sejauh ini yang bisa dipastikan polisi, yakni korban bersama koleganya beriringan berkendara dengan tiga sepeda motor hendak mengejar sesuatu. Ketika ditanya apa yang mereka kejar, polisi belum mendapatkan jawaban yang jelas.
"Tawurannya sendiri belum jelas, karena mereka itu yang pasti yang fakta di lapangan, yang ada itu mereka berjalan beriringan tiga motor mengejar sesuatu. Kami enggak ngerti mereka ngejar apa," kata dia.
Selanjutnya, saat melakukan pengejaran ini salah satu sepeda motor oleng. Nahasnya saat terjatuh, korban A, 15, terlibat kecelakaan dengan pengendara yang melintas dari arah yang berlawanan. "Tiba-tiba salah satu motor oleng, terjatuh, nah itu hasil olah TKP," ujarnya.
"Hasil olah TKP seperti itu, [ketika] jatuh disikat sama kendaraan yang lain dari arah berlawanan. Meninggal, itu kalau fakta yang sudah terbukti seperti itu," terusnya.
Hanya sekali lagi fakta di atas belum membuktikan ada tidaknya kejadian tawuran. "Cuma tawurannya itu kita belum tahu, tawuran yang mana," lanjutnya. "Kami juga enggak ngerti apakah tawuran itu sudah ada atau belum kami belum tahu," imbuhnya.
BACA JUGA: Dugaan Perkelahian Antar Pelajar di Seyegan, Satu Orang Meninggal Dunia
Polisi akan berupaya mendalami dugaan tawuran ini dari para rekan yang berkendara beriringan. Salah satunya untuk mengetahui dengan siapa mereka terlibat kejar-kejaran.
"Dugaan tawuran nanti kami dalami dari teman-teman si korban yang meninggal dunia ini. Kamu sebenarnya ngejar siapa, apa maksudnya ngejar, kan gitu," ungkapnya.
Sehingga sejauh ini dari fakta dan olah TKP yang ada, korban dinyatakan meninggal dunia dikarenakan kecelakaan lalu lintas, murni kecelakaan "Jadi meninggal itu bukan karena tawuran, meninggal itu karena kecelakaan lalu lintas," tandasnya.
"Murni kecelakaan lalu lintas. Karena ini saya perintahkan untuk ditangani oleh Unit Laka Lantas kemarin, sudah olah TKP," lanjutnya.
Sementara itu pengendara motor yang terlibat kecelakaan dengan korban saat ini diperiksa sebagai saksi.
"Ya kita periksa sebagai saksi dulu, tapi hasil olah TKP seperti apa saya juga belum update dari Kasatlantas.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.