Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Ilustrasi. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satu kepala keluarga (KK) dengan tiga anggota keluarga asal Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul batal berangkat transmigrasi. Hal ini disebabkan oleh perubahan lokasi penempatan oleh Pemerintah Pusat.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Tenaga Kerja (DPKUKMTK) Kabupaten Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto mengatakan pada awalnya, dua KK akan berangkat ke Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar).
BACA JUGA: 2 Keluarga Transmigran Kulonprogo Siap Diberangkatkan, Dimodali Rp14 Juta
Sekda DIY kemudian menurunkan surat per tanggal 5 September 2024 sebagai tindak lanjut perubahan lokasi penempatan oleh Pemerintah Pusat. Surat tersebut memuat lokasi penempatan baru untuk satu KK di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).
“Satu KK di Sumbar dan satu di Sulbar. KK asal Tanjungsari tidak bersedia lanjut, akhirnya kami ganti dengan KK asal Watugajah, Gedangsari,” kata Nanang ditemui di kantornya, Selasa, (17/9/2024).
Padahal, satu KK tersebut telah mengikut pelatihan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat (BBPPM) di Sleman. Meski begitu, KK pengganti tersebut akan mendapat pelatihan di lokasi penempatan.
Staf Bidang Transmigrasi DPKUKMTK Gunungkidul, Aan Basuki mengatakan pelatihan yang digelar di BBPPM selama lima hari mencakup teori dan praktik. Catrans mendapat materi pengolahan tanah, pembuatan pupuk, hingga pengolahan hasil pertanian seperti menanam dan mengolah kedelai.
“Di lokasi penempatan nanti, BBPPM juga akan ikut. Mereka akan melihat potensi pertanian yang cocok digarap,” kata Aan.
Catrans, sebelum berangkat juga akan mendapat pemeriksaan kesehatan baik di tingkat kabupaten maupu provinsi. Apabila diperlukan, Pemda DIY dapat memberi pendampingan kepada catrans.
Dia memberi contoh catrans yang sedang hamil berpotensi tidak dapat berangkat ke lokasi penempatan akibat kebijakan penerbangan. Meski begitu, Pemda DIY akan mengecek terlebih dahulu dan memutuskan pendampingan yang tepat untuk diberikan.
Adapun jadwal keberangkatan catrans masih belum pasti. Hanya, Aan memperkirakan catrans akan berangkan pada November 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Survei Pew menunjukkan pandangan warga Indonesia soal media sosial dan demokrasi berubah. Penilaian buruk naik dari 24% menjadi 43%.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja