HUT Ke-268 Kota Jogja, Pemkot Gelar Potong Tumpeng Rikat, Rakit, Raket
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Pemkot Jogja menggelar kegiatan tasyakuran dan potong tumpeng di Plaza Balai Kota Jogja, Senin (7/10/20204). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara Pemkot Jogja dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-268 Kota Jogja.
Kegiatan ini diawali dengan penyerahan nasi tumpeng dan maskot HUT ke-268 Kota Jogja kepada Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto yang didampingi oleh berbagai stake holders lainnya. Baik maskot ataupun nasi tumpeng dibawa oleh iring-iringan Bregada Widya Pramono.
Advertisement
BACA JUGA: Gelar Pelajar dan Pemuda Jadi Upaya Disdikpora Jogja Kembangkan Potensi Seni Siswa
Tumpeng ini menyimpan filosofi wujud rasa syukur Pemkot Jogja atas usia Kota Jogja yang kini telah mencapai usia ke-268 tahun.
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menjelaskan hari ulang tahun ini merupakan milik seluruh warga Kota Jogja. Hari ulang tahun Kota Jogja juga memiliki arti penting dalam memperkokoh jari diri hingga meningkatkan rasa handarbeni terhadap Kota Jogja.
Sugeng menuturkan tema HUT ke-268 Kota Jogja kali ini adalah Rikat, Rakit, Raket. Rikat menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Jogja yang selalu bergerak dan bekerja. Rakit berarti berproses saling melengkapi dan menyempurnakan
"Raket, bermakna sebagai kebersamaan yang saling mendukung. Semangat tersebut memberi inspirasi bagi kita semua, untuk terus bergerak maju untuk melanjutkan pembangunan Kota Jogja di segala bidang," ujar Sugeng di Plaza Balai Kota Jogja, Senin (7/10/2024).
Sugeng menambahkan, Pemkot Jogja kembali menorehkan prestasi yang juga sekaligus menjadi kado pada hari ulang tahun ke-268 kali ini. Pemkot Jogja, lanjutnya, kembali meraih predikat A atau Memuaskan dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) tahun 2024.
Predikat A ini menjadi yang ke-6 kalinya diraih dengan skor meningkat yaitu 84,84 dari sebelumnya 84,17 pada tahun 2023. "Ini menunjukkan Pemkot Jogja selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan. Kita akan terus lakukan dalam rangka mewujudkan akuntabilitas kinerja pemerintah yang semakin baik," tuturnya.
Sugeng menyebut, di usia yang tak lagi muda ini Kota Jogja masih menyimpan sejumlah hal yang terus akan diperjuangkan. Mulai dari upaya peningkatan kesejahteraan, pemerataan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi kreatif pariwisata, budaya dan sektor-sektor pendukungnya.
Ada juga pembangunan inovasi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai smart city, penguatan bidang pendidikan, kesehatan serta ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan sembari mempertahankan pertumbuhan ekonomi, dan upaya untuk terus menggerakkan pengelolaan sampah mandiri di masyarakat langsung dari sumbernya.
"Mari dukung penuntasannya, agar Kota Jogja menjadi kota yang nyaman, aman, sejahtera, maju, berbudaya, serta memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya dan pada akhirnya memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia," ungkap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Anies Baswedan Diprediksi Mampu Dongkrak Elektabilitas Pramono Anung-Rano Karno
Advertisement
Ini Lima Desa Wisata Paling Mudah Diakses Wisatawan Menurut UN Tourism
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Kereta Bandara YIA, Berangkat dari Stasiun Tugu Jogja, Kamis 21 November 2024
- Diskriminasi Masih Marak, Jurnalis Perlu Mengadvokasi Kelompok Minoritas
- Jadwal Prameks Stasiun Tugu Jogja-Kutoarjo, Kamis 21 November 2024
- Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY, Kamis 21 November 2024: Di Kantor Kelurahan Condongcatur
- Dukung Ketahanan Pangan, Polda DIY Produktifkan Lahan Kadar Keasaman Tinggi di Galur
Advertisement
Advertisement