Pendaftaran Ketua KONI Gunungkidul Dibuka, Ini Syaratnya
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY melaksanakan survei kajian perilaku pemilih di Pemilu 2024. Survei ini banyak melibatkan anak muda dikarenakan persentase responden berusia 17-35 tahun ada 55,5%.
Kepala Bidang Kebijakan Politik Dalam Negeri, Kesbangpol DIY, Bagas Seno Aji mengatakan, Pemilu 2024 di DIY berjalan dengan lancar serta mendapatkan predikat terbaik untuk kelancaran pelaporan di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan hasil kajian survei perilaku pemilih di pemilu yang dilaksanakan Kesbangpol.
Sebagai gambaran, kata Bagas, ada sekitar 2,7 juta pemilih di DIY. Untuk mengetahui perilaku pemilih, maka dilakukan survei dengan melibatkan 800 responden yang menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.
“Untuk sebaran responden disesuaikan dengan peta dapil di kabupaten kota di DIY,” katanya, Jumat (29/11/2024).
Dia menjelaskan, survei ini melibatkan banyak pemilih yang berasal dari generasi Z. Hal itu terlihat dari data usia responden, sebanyak 55,5% berusia 17-35 tahun.
Sedangkan, responden berusia 36-45 tahun ada sebanyak 16,2%; berusia 46-60 tahun sebanyak 21,8% dan 60 tahun ke atas ada 6,5%. “Kalau dari sisi Pendidikan mayoritas lulusan SMA ada 50,5%,” katanya.
Bagas menjelaskan, banyak pertanyaan yang dimasukan dalam kuisioner. Salah satunya berkaitan dengan cara Masyarakat mengetahui calon yang dipilih dari mana hingga model kampanye yang disukai.
Menurut dia, tujuan survei tidak hanya mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi perilaku pemilih dalam menggunakan hak suaranya. Namun, juga untuk mendeskripsikan pola komunikasi pemilih dalam menggali informasi, khususnya berkaitan dengan kandidat, parpol serta isu berkaitan dengan kepemiluan.
BACA JUGA: Real Count KPU, Suara Pilkada Jateng Dimenangkan Pasangan Luthfi-Taj
“Tentunya dari kajian juga sebagai saraa merumuskan rekomendasi kebijakan terkait dengan Pendidikan pemilih untuk pelaksanaan pemilu di DIY,” katanya.
Sebelumnya penyelenggaraan Pemilu 2024 di DIY tidak hanya berjalan dengan aman damai dan lancar. Pasalnya, dari sisi pemilih juga semakin rasional dalam menetukan hak pilihnya.
Koordinator dan Peneliti Survei Kajian Perilaku Pemilih Pemilu 2024, Ranggabumi Nuswantoro mengatakan, proses penetuan pilihan diawali oleh pengetahuan politik yang dimiliki Masyarakat. Penggalian pengetahuan ini diperoleh melalui bergai saluran informasi mulai dari media massa, media sosial, sosialisasi KPU hingga baner maupun spanduk yang dipasang oleh calon maupun partai politik.
Modal pengetahuan politik ini pun dijadikan dasar untuk melakukan penelurusan rekam jejak, profil calon hingga keberaadan partai politik. Selanjutnya, di Masyarakat juga ada diskusi maupun interaksi hingga akhirnya bermuara pada penetuan sikap politik dan pilihannya.
“Porses politik di DIY ini sangat ideal sehingga bisa jadi percontohan nasional karena pilihan didasari pada rasionalitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Janice Tjen menghadapi Polina Kudermetova di perempat final Chennai Open 2026. Kemenangan akan membawanya selangkah lebih dekat ke semifinal.
Jokowi mengungkap riwayat pendidikan SD hingga kuliah di UGM, termasuk jurusan, proses skripsi, dosen penguji, dan nilai kelulusan.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian pada 5 November 2026 lengkap dengan daftar harga jual dan buyback.
Kantor Imigrasi Yogyakarta memperkenalkan Smart Pro Paspor untuk memperkuat analisis risiko, ketepatan pemeriksaan, dan pencegahan penyalahgunaan paspor.
Persib mengumpulkan bonus dan kontribusi partisipasi AFC senilai Rp10,53 miliar setelah memastikan tiket ke babak 16 besar ACL 2 2026/2027.