Advertisement
Sawah Tertimbun Longsor, 13 Keluarga di Kebonharjo Terima Bantuan 500 Kg Beras
Pemberian bantuan terhadap 13 keluarga yang lahan sawahnya terkena tanah longsor di Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh, Sabtu (21/12/2024). - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Sebanyak 13 keluarga di Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh mendapat bantuan beras untuk menjamin keamanan cadangan pangannya akibat lahan sawahnya tertimbun tanah longsor. Bantuan beras itu sebanyak 500 kilogram.
Hingga kini lahan sawah belasan keluarga itu belum ditanami lagi setelah longsor menimpa pada awal Desember lalu. Material tanah longsor yang menimbun sudah dievakuasi. Akan tetapi karena ada potensi longsor susulan maka sawah belum kembali ditanami hingga Senin (23/12/2024).
Advertisement
Petugas penyuluh pertanian Kalurahan Kebonharjo, Saranta menjelaskan warga yang tertimpa bencana itu juga tidak mengerjakan sawah lainnya. “Sehingga dibantu beras supaya pangan keluarga terjamin,” terangnya.
Lahan sawah yang sempat tertimbun longsor itu sekitar satu hektar. Belasan petani pemilik sawah itu sebelum longsor terjadi hendak mempersiapkan lahannya untuk ditanami padi, sebagian besar bahkan sudah digemburkan tanahnya dengan traktor.
Dua unit traktor yang ikut tertimbun saat tanah longsor terjadi, jelas Saranta, juga dalam kondisi rusak sampai sekarang. “Warga terdampak ini masih menunggu hasil kajian apakah lahannya masih bisa ditanami mengingat ada risiko longsor lagi,” paparnya.
Kajian terhadap keamanan lahan dari longsor, menurut Saranta, sedang dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan serta BPBD Kulonprogo. “Harapannya kalau sudah ada kajiannya segera dapat solusi, soalnya kasihan juga karena mata pencahariannya memang petani warga yang terdampak ini,” katanya.
Kepala BPBD Kulonprogo, Taufiq Prihadi menerangkan kajian masih dilakukan. “Setelah assement untuk evakuasi material longsor kemarin lalu dilakukan evakuasi ini masih dikaji apa ada potensi longsor lagi,” jelasnya.
Taufiq mengimbau agar masyarakat lebih teliti dan berhati-hati pada lingkungan sekitarnya selama musim penghujan ini. “Termasuk untuk petani agar dipastikan saluran irigasinya agar tidak tersumbat dan berfungsi normal, supaya mengantisipasi banjir dan longsor karena beban air di permukaan tanah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement







