Advertisement

Okupansi Hotel Kulonprogo Turun Drastis, PHRI Minta Ada Perbaikan

Triyo Handoko
Kamis, 02 Januari 2025 - 13:27 WIB
Abdul Hamied Razak
Okupansi Hotel Kulonprogo Turun Drastis, PHRI Minta Ada Perbaikan Suasana Pantai Glagah saat libur tahun baru yang banyak dikunjungi wisatawan, Kamis (2/1 - 2025).

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO–Okupansi hotel di Kulonprogo selama libur natal dan tahun baru (Nataru) menurun dibanding periode sebelumnya. Jika tahun 2023 mencapai 85-90 persen, selama libur natal dan tahun baru kemarin okupansi hotel hanya berkisar 50-55 persen saja.

Padahal, target PHRI Kulonprogo untuk okupasi libur tahun baru 2025 ini sebesar 80 persen. Penyebab penurunan wisatawan yang menginap di hotel dan singgah di restoran yang menurun juga belum diketahui pasti.

Advertisement

Ketua PHRI Kulonprogo, Mantoyo menduga  ada beberapa faktor penurunan okupansi ini. “Terutama mungkin karena kondisi ekonomi yang lagi turun juga, selain itu mungkin karena event wisata yang ada kurang menarik,” jelasnya, Kamis (2/1/2025).

BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, Reservasi Hotel DIY Capai 87,23 Persen

Penurunan okupansi hotel ini menyebabkan Mantoyo jadi tempat mengeluh para general manager sejumlah hotel, terutama yang berada di sekitar Bandara YIA. “Penurunan okupansi ini merata, bahkan di tempat yang paling strategis pun hanya 55 persen seperti di sekitar Bandara YIA,” terangnya.

Mantoyo yang juga pemilik Restoran Pandan Sari di Kalurahan Palihan, Temon ini mengaku selama Desember hanya menerima lima reservasi kunjungan. “Restoran kondisinya juga menurun drastis, padahal tahun lalu sangat ramai di restoran saya ini sekarang selama Desember itu hanya ada lima reservasi,” ungkapnya.

Kondisi penurunan okupansi hotel dan pelanggan restoran di Kulonprogo, menurut Mantoyo, tidak bisa dianggap remeh. “Karena kalau terus dibiarkan begini Pemkab juga rugi, karena pajak yang didapat juga tidak optimal,” paparnya.

PHRI Kulonprogo minta Pemkab agar lebih aktif menjaga sektor pariwisata, sambung Mantoyo, terutama melibatkan organisasinya itu. “Pariwisata ini tidak bisa dikerjakan sendirian, perlu kolaborasi dan duduk bersama berbagai pihak saja, kami selama ini juga merasa kurang dilibatkan,” katanya.

Pantuan kunjungan wisatawan di Pantai Glagah menunjukan puncaknya terjadi pada Rabu (1/1/2025). Jumlah turis disana hingga petang kemarin mencapai sekitar 15 ribu orang. “Puncaknya kemarin, sekitar 15 ribu untuk Pantai Glagah. Kalau Pantai Congot yang berdekatan sekitar tiga ribu wisatawan,” jelas Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Kulonprogo, Aris Widiatmoko.

Aris menyebut selama libur tahun baru ini tidak ada kejadian kecelakaan laut. Seluruh wisatawan juga mentaati aturan yang ada. “Kejadian yang tak diinginkan tidak ada, semuanya aman dan lancar,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri PU: Irigasi Metode Hemat Air Akan Diterapkan Seluruh Indonesia

News
| Minggu, 05 Januari 2025, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Asyiknya Camping di Pantai, Ini 2 Pantai yang Jadi Lokasi Favorit Camping Saat Malam Tahun Baru di Gunungkidul

Wisata
| Kamis, 02 Januari 2025, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement