Data Pemerintah Terhubung, Meutya Hafid: Perlinsos Harus Tepat Sasaran
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul,meminta masyarakat mewaspadai potensi peningkatan hujan lebat yang disertai angin kencang dalam beberapa hari ke depan.
"Masyarakat agar mewaspadai potensi peningkatan hujan lebat disertai petir dan angin kencang," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Senin.
Menurut dia, dampak yang diakibatkan dari cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang tersebut berupa berupa banjir, tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang dan sambaran petir.
Oleh karena itu, bagi masyarakat terutama mereka yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi agar meningkatkan kewaspadaan, dan selalu memperbaharui informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mendapatkan informasi terbaru.
BACA JUGA: Cemari Air Sumur dan Sungai, Walhi Minta Pemda DIY Tangani Lindi di TPST Piyungan
Selain itu, kata dia, dampak cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, berpotensi terjadi peningkatan ketinggian gelombang pantai selatan, sehingga masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke pantai harap berhati-hati.
"Ada peningkatan ketinggian gelombang, akan tetapi masih aman dan terkendali," katanya.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi kelembaban udara wilayah DIY pada ketinggian 1.5 - 3.0 km (level 850 - 700 mb) yang cukup basah sebesar 60 - 95 persen, sehingga berpotensi terjadi pertumbuhan awan hujan di DIY.
Adanya belokan angin di Barat Laut Pulau Jawa yang mendukung terbentuknya pertumbuhan awan konvektif di sekitar Jawa dan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Kalau dari hasil koordinasi kemarin dengan BMKG, potensi cuaca ekstrem meningkat, terutama pada tanggal 4 Februari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Meutya Hafid menyebut data pemerintah yang terhubung penting untuk memastikan perlindungan sosial tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewat.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.