Advertisement
Jembatan Srandakan Lama Putus, Bupati Halim: Itu Akibat Ambrolnya Groundsill
Ilustrasi jembatan. JJLS Bantul dan Kulonprogo akan tersambung tahun depan melalui Jembatan Srandakan III. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih angkat bicara terkait dengan ambrolnya jembatan Srandakan lama pada Kamis (6/2/2025) pukul 22.45 WIB. Bupati Halim menilai jembatan yang dibangun pada tahun 1925 itu dinilai sudah lama dan tidak difungsikan.
"Ya, kalau jembatan lama itu kan sudah tidak difungsikan. Dan, memang sudah rusak sejak lama. Itu juga akibat dari ambrolnya groundsill itu," kata Halim, ditemui di Canden, Jetis, Jumat (7/2/2025).
Advertisement
BACA JUGA : Penangana Darurat Groundsill Sungai Progo yang Jebol Mulai Diperbaiki BBWSO
Menurut Halim, saat ini pihaknya justru menaruh perhatian lebih kepada jembatan Srandakan baru yang berdiri di selatan jembatan Srandakan lama. Jika tidak segera dilakukan perbaikan groundsill dan struktur jembatan Srandakan baru, maka keberlangsungan jembatan yang saat ini aktif dan menghubungkan antara Bantul dan Kulonprogo akan senasib dengan jembatan Srandakan lama.
"Makanya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak (BBWSSO) ini melakukan percepatan penahanan air dengan memasang tetrapod agar kerusakan konstruksi tidak semakin menjalar," ungkap Halim.
Panewu Srandakan, Sarjiman mengatakan, jembatan Srandakan lama ambrol pada Kamis (6/2/2025) pukul 22.45 WIB. Â Jembatan tersebut ambrol di bagian dengkleng (ruas penyangga pijakan), akibat pondasi tiang penyangga yang tergerus karena sedimentasi pasirnya menyusut.
Ia juga tidak menampik, jebolnya groundsill Sungai Progo telah mempercepat robohnya tiang penyangga jembatan Srandakan lama. Ia menyebut dalam peristiwa ambrolnya jembatan Srandakan lama tidak menimbulkan korban jiwa. "Karena sudah ada larangan warga melintas, seusai groundsill Sungai Progo jebol," katanya.
Terkait dengan penanganan ambrolnya Jembatan Srandakan lama, Sarjiman menyatakan, sepenuhnya menjadi kewenangan dari Kementerian PU dan BBWSSO.
Sehingga, kata Sarjiman ada tiga pekerjaan utama yang harus dilakukan oleh BBWSSO, yakni menyelamatkan Jembatan Srandakan baru yang masih digunakan untuk menghubungkan Bantul dan Kulonprogo, perbaikan groundsill Kali Progo dan membuat dam baru di selatan dam lama agar menghadang pasir sehingga pondasi jembatan tidak tergerus.
"Untuk jembatan Srandakan baru saat ini sedang diberi penguatan pada pondasi. Pekerjaan-pekerjaan darurat ini semua menggunakan dana APBN. Ditahap pertama pekerjaan ini dilakukan selama 90 hari," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








