58 Kalurahan di Gunungkidul Kekeringan, Dropping Air Bersih Diperluas
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
Salah seorang warga Padukuhan Karangduwet, Paliyan menunjukan jejak kaki hewan misterius yang ditemukan pada Rabu (19/2/2025) pagi./ ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukuhan Tahunan, Karangduwet, Paliyan dikejutkannya adanya jejak kaki hewan misterius di sekitaran rumah, Rabu (19/2/2025). Di sekitar lokasi temuan sudah dipasang garis polisi untuk mengamankan jejak-jejak tersebut.
Salah seorang warga, Sutadi mengatakan, pertama kali melihat jejak-jejak misterius ini pada Rabu sekitar pukul 05.00 WIB. Dilihat dari bekasnya, jejak tersebut merupakan telapak kaki hewan, namun dirinya tidak bisa memastikan jenis hewan tersebut.
“Ada di dua lokasi di sekitar rumah saya,” katanya, Rabu siang.
Menurut dia, temuan jejak tidak hanya berada di rumahnya. Pasalnya, di lokasi rumah warga lain juga ditemukan jejak-jejak yang sama.
“Jejaknya banyak karena dari arahnya mulai terlihat dari utara menuju ke selatan,” kata Sutadi.
Menurut dia, temuan jejak kaki hewan misterius sudah dilaporkan ke petugas di Polsek Paliyan. Untuk berjaga-jaga agar bekas tidak hilang, maka di sekeliling jejak hewan misterius ini telah dipasangi gari polisi.
“Begitu mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi. Polisi juga sudah memasang garis pengamanan,” katanya lagi.
Warga lain di Padukuhan Tahunan, Hendro Wibowo mengaku kaget adanya jejak-jejak hewan misterius. Ia sempat begadang hingga pukul 02.30 WIB, tapi tidak mendengar suara hewan apapun.
“Padahal di samping rumah ada jejak-jejak hewan ini. Tapi, hingga pukul 02.30 WIB tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” kata Hendro.
Menurut dia, bekas telapak kaki hewan ini tidak hanya ditemukan di perkarangan, tapia da juga yang sampai di garasi rumah warga. “Sudah ada upaya melaporkan temuan ini untuk diselidiki lebih lanjut,” katanya.
Kepala Resort Suaka Margasatwa Paliyan, Siti Rohimah mengatakan, sudah mendengar adanya laporan tentang penemuan jejak telapak hewan misterius. Pihaknya, berupaya mencari hewan tersebut untuk menghilangkan keresahan warga.
“Kemungkinan besar adalah anjing. Tapi, untuk kepastian, coba nanti kami pasang kamera pengintai di sekitar lokasi temuan,” katanya.
Ia berharap warga tidak panik terkait dengan temuan tersebut sehingga dapat beraktivitas seperti biasanya. “Akan coba diungkap, tapi warga juga harus tenang. Mudah-mudahan dengan dipasang kamera pengintai, maka semuanya bisa jelas,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan di Gunungkidul meluas ke 58 kalurahan. Sebanyak 75.486 warga mengalami krisis air bersih, BPBD terus menyalurkan bantuan.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara)
Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, terjual Rp600 miliar dalam lelang amal. Harganya 35 kali lipat dari harga normal.