Advertisement
Proyek Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo Capai 75 Persen, Target Kelar Oktober 2026

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ditargetkan rampung Oktober 2026, pengerjaan proyek Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo kini telah menyentuh angka 75%. Sejumlah penggarapan konstruksi terus dikerjakan di ruas Tol Jogja-Bawen Junction Sleman-SS Banyurejo.
Direktur Utama PT JJB, A.J Dwi Winarsa menjelaskan beberapa tahap konstruksi yang saat ini telah selesai yakni penggarapan fondasi. Selain itu pengerjaan portal di seksi ini juga sudah kelar digarap. Â Kini pengembang masih dalam tahap penyelesaian konstruksi elevated Tol Jogja-Bawen.
Advertisement
"Elevated, erection girder kemudian pengocoran slab. Kalau fondasinya sudah selesai, portalnya juga sudah selesai," kata Dwi pada Rabu (26/2/2025) ditemui di lokasi penggarapan Tol Jogja-Bawen.
Sejauh ini penggarapan Tol Jogja-Bawen disebut Dwi berlangsung lancar. Dari sisi lahan, progres pembebasan lahan terdampak juga berjalan baik.
Ketersediaan lahan untuk proyek Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo telah menyentuh angka 96,08%. Sementara untuk Tol Jogja-Bawen Seksi 6 SS Ambarawa-JC Bawen ketersediaan lahan telah tembus di angka 95,58%.
Dwi menjelaskan sisa kurang lebih 5% lahan yang belum bebas di Seksi 1 Junction Sleman-SS Banyurejo tersebut saat ini hanya berkutat pada persoalan administrasi.
"Sebenarnya administrasif aja. Administrasif berarti begini, karena prosesnya sudah dilalui tahapan pelaksanaan lahan. Sekarang sudah masuk ke LMAN untuk proses verifikasi. Sudah ada surat permohonan pembayaran SPP. Dalam waktu dekat setelah verifikasi, itu biasanya butuh waktu satu bulan," jelasnya.
Setelah verifikasi dan dokumennya dinyatakan lengkap, biasanya uang ganti rugi kata Dwi bisa langsung dibayarkan.
Dwi juga menambahkan jika tidak ada masalah dalam penggunaan tanah kasultanan untuk proyek Tol Jogja-Bawen. Pasalnya palilah untuk penggunaan Tanah Kasultanan juga telah dikeluarkan.
"Tapi Tanah Kasultanan tidak ada masalah ya, karena Tanah Kasultanan sudah bisa dipakai. Hanya administrasinya masih dalam proses untuk perjanjian kerja sama antara pemerintah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan kami," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Dampingi Wapres Gibran, Taj Yasin Ingin Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
Advertisement

Sempat Ditutup Akibat Cuaca Ekstrem, Ranu Regulo di Kawasan Bromo Tengger Semeru Dibuka Kembali
Advertisement
Berita Populer
- Intensitas Hujan Tinggi, Dispar Sleman Ingatkan Pelaku Wisata yang Menggelar Tradisi Padusan Jelang Ramadan
- Wabup Sleman Minta Peningkatan Kompetensi Pengelola BLUD
- Antusiasme Tinggi, Uji Coba Bus Listrik Trans Jogja Akan Dievaluasi dan Digilir ke Rute Lain
- Bulan Puasa, Pemkab Bantul Keluarkan SE Terkait Jam Kerja ASN, Ini Detailnya
- Ramp On Trihanggo, Jalur Alternatif Masuk Tol Jogja-Solo
Advertisement
Advertisement