Harianjogja.com, SLEMAN—Direktorat Lalu Lintas Polda DIY akan memasang perangkat CCTV di sekitar Exit Tol Tamanmartani jelang operasional Tol Jogja Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani secara fungsional saat mudik lebaran.
Perangkat CCTV ini akan digunakan Ditlantas Polda DIY untuk memantau kepadatan arus kendaraan dan mencegah kemacetan di area Exit Tol Tamanmartani. "Saya sudah merencanakan untuk melakukan pemasangan CCTV dari Smart Province yang memiliki fitur traffic counting di jalan arteri," kata Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi ditemui pada Kamis (27/2/2024).
BACA JUGA: Ramp On Trihanggo, Jalur Alternatif Masuk Tol Jogja-Solo
Traffic counting merupakan metode penghitungan volume lalu lintas di suatu area pada periode waktu tertentu. Lewat fitur ini Ditlantas Polda DIY bisa merekomendasikan penutupan akses keluar tol merujuk pada kepadatan lalu lintas yang ada.
"Itu [traffic counting] akan kami jadikan sebagai parameter atau ukuran untuk memberikan keputusan pada operator tol road, kapan dia harus menghentikan exit yang ada di Tamanmartani kapan dia akan menghentikan exit yang ada di Prambanan," ujarnya.
Apabila dari traffic counting menunjukkan adanya kepadatan volume lalu lintas yang melebihi parameter, harapannya kendaraan bisa diurai di Gerbang Tol (GT) sebelumnya. Cara ini diharapkan Ardi dapat menghindari terjadinya potensi bottleneck.
"Sehingga bisa dialihkan pada gate tol sebelumnya. ini sangat penting sehingga jangan sampai terjadi suatu fenomena bottleneck di mana ruas jalan tol itu lebar dan luas, masuk ke arteri menjadi sempit," tegasnya.
Secara umum fenomena bottleneck dalam lalu lintas merujuk pada terjadinya kemacetan yang disebabkan oleh penyempitan jalan. Penyempitan jalan ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari adanya kendaraan mogok, perbaikan jalan hingga yang paling sering yakni penyempitan jalan dari jalan tol ke arah jalan arteri.
Gambaran Ardi, CCTV kni akan dipasang di ruas Jl. LPMP yang merupakan akses langsung usai kendaraan keluar dari Exit Tol Tamanmartani. "Akan kita pasang di Jl. LPMP, ruas jalan yang menampung dari exit tol Tamanmartani termasuk juga yang tentunya karena wilayah hukum Polda daerah DIY dimulai dari Prambanan ya kami akan pasang dimulai dari Prambanan," tegasnya.
Terkait waktu pemasangannya, Ardi mengungkapkan CCTV dengan fitur traffic counting itu akan segera dipasang dalam waktu dekat. "CCTV-nya dalam waktu dekat ini yang jelas kami sudah disupport oleh Korlantas Polri untuk melakukan pemasangan CCTV yang memiliki fitur traffic counting," ungkapnya
Hasil hitungan traffic counting itu akan digunakan Ardi untuk berkoordinasi dengan operator tol apabila volume lalu lintas mulai mengarah ke titik jenuh kepadatanan. Ardi akan berpijak pada V/C ratio atau perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan.
Jika V/C ratio mendekati 1, maka kondisi jalan kata Ardi sudah macet atau jenuh. "Artinya sudah full 100% dari kapasitas jalan sudah terpakai," Ujarnya.
Karenanya, ketika V/C ratio dari traffic counting menunjukkan angka 0,8, Ardi akan berkoordinasi dengan operator tol agar mengarahkan kendaraan keluar di GT sebelumnya. Dalam artian kemacetan akan dicegah sebelum V/C ratio mencapai titik jenuh atau angka 1.
"0,8 visi rasionya akan kami sampaikan agar dilakukan pengalihan pada gate tol sebelumnya baik Prambanan, Klaten maupun sebelumnya," tegasnya.