Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Ilustrasi traveling/Reuters
Harianjogja.com,KULONPROGO—Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo mengklaim bahwa sejumlah desa wisata di Bumi Binangun telah mempersiapkan secara maksimal untuk libur sekolah. Termasuk terkait larangan studi tour dari Pemprov Jawa Barat .
Kepala Dispar Kulonprogo, Joko Mursito mengatakan, sebelum adanya larangan studi tur dari Pemprov Jawa Barat jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata cukup tinggi. Menurutnya, selama ini tamu desa wisata selalu berkomunikasi dengan pengelola karena memang promosinya sangat masif.
BACA JUGA: Promosi Pariwisata Kulonprogo Pakai Danais Dipangkas
"Versinya teman-teman desa wisata di Perbukitan Menoreh begitu ada kebijakan larangan studi tour sangat berpengaruh karena tamunya datang dari Bogor, Bandung, dan Purwakarta sehingga sudah langganan dan ada imbasnya," ungkapnya.
Ketua Desa Wisata Widosari, Heri Susanto mengakui dampak kebijakan larangan studi tour Pemprov Jawa Barat sangat terasa. Sebab, selama ini presentase wisatawan dari Jawa Barat mencapai 60 persen, sisanya Jakarta dan Tangerang.
"Imbasnya sangat terasa. Paket wisata live in kami batal beberapa bookingan di Juni dan Juli karena kebijakan gubernur Jawa Barat larangan studi tur," katanya.
Antisipasi
Menurutnya, memang paket wisata live in kebanyakan dari wisatawan sekolah dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat. Menyikapi kondisi tersebut, sasaran promosi Desa Wisata Widosari tidak selalu Jawa Barat. Tetapi digencarkan promosi ke Jakarta dan Tangerang.
"Kami juga ada promo gratis untuk pengurus dan guru ketika untuk paket wisata live in. Itu persiapan untuk hadapi libur sekolah besok ini. Kebanyakan ke sini itu memang Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor," sambungnya.
Pria yang akrab disapa Heri Kebo, menjelaskan, Desa Wisata Widosari juga mencoba menggencarkan destinasi yang dimiliki tidak selalu paket wisata saja yang coba diunggulkannya. Destinasi seperti Puncak Widosari ataupun Rajendra Farm menjadi destinasi yang biasa dikunjungi wisatawan juga.
Menurutnya, destinas tersebut hanya dikenakan biaya Rp6 ribu saja tiket masuknya dan ketika libur sekolah selalu banyak dikunjungi sejumlah wisatawan.
"Destinasi wisata Rp6 ribu itu kawasan bisa ke kebun teh juga sama puncak Widosari. Biasanya kalau libur panjang kunjungannya meningkat," tuturnya.
Sedangkan untuk paket wisata live in tarifnya mulai dari Rp370 ribu sampai Rp790 ribu untuk dua hari satu malam sampai empat hari tiga malam tarif satu orangnya. Paketnya meliputi tinggal di permukiman warga edukasi pertanian dan destinasi wisata.
Heri Kebo mengatakan, sementara ini memang tidak ada event khusus untuk menghadapi libur sekolah. Namun, akan menyiapkan destinasi baru yang sekarang masih digodok dan akan dilaunching nanti saat peringatan hari jadi Desa Wisata Widosari. "Libur panjang ini belum untuk event nanti Agustus pas ultah desa wisata kami lagi mau buka jalur tracking gunung api purba," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.