Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Material longsor menutup seluruh badan jalan di Jalur Tanjakan Clongop, Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul, Senin (17/3/2025). - dok/Harianjogja.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mengimbau masyarakat yang melintas di Jalur Clongop di Kalurahan Hargomulyo, Gendangsari, Gunungkidul untuk berhati-hati. Pasalnya, di jalur yang menghubungkan dengan Klaten, Jawa Tengah ini masih rawan longsor.
Lokasi rawan bukan hanya satu titik di jalan baru yang belum selesai dibangun di akhir 2024. Namun, di jalur lama juga ada kerawanan sama karena terdapat empat titik longsor.
Dua titik longsor bersamaan dengan longsoran bukit Clongop yang terjadi pada Senin (17/5/2025). Adapun dua titik lainnya merupakan talut ambrol yang terjadi di 2024 lalu.
Salah seorang warga di Kalurahan Hargomulyo, Suroto mengatakan longsor terbesar terjadi Senin petang di perbukitan di jalan baru Clongop.
Akibat peristiwa ini, akses menuju Klaten sempat tertutup karena material longsoran. “Kalau sekarang sudah dibersihkan sehingga jalan sudah bisa dilalui,” kata Suroto, Selasa (18/3/2025) siang.
Menurut dia, di Jalur Clongop tidak hanya ada satu longsoran. Pasalnya, di jalur lama atau tepatnya 300 meter ke selatan dari jalan baru juga ada dua titik longsoran dari bukit di samping jalan.
“Memang hujannya deras sehingga ada tiga lokasi longsor baru. Sebelumnya, sudah ada dua lokasi talut yang ambrol di 2024 lalu sehingga membuat jalan di sekitar lokasi ambles,” katanya.
Suroto berharap berbagai kerusakan ini bisa diperbaiki agar akses masyarakat tidak terganggu. “Harapannya segera diperbaiki karena untuk kenyamanan aktivitas masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: Arus Mudik Lebaran 2025: Kulonprogo Antisipasi Pasar Tumpah
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, sudah meninjau lokasi longsor di Jalur Clongop. Menurut dia, di sekitar lokasi masih rawan longsor susulan karena intensitas hujan yang tinggi.
Ia mencontohkan, longsoran tebing di jalan baru masih ada retakan dengan panjang 40 meter dan kedalaman empat meter.
Adapun ketinggian tebing mencapai 15 meter sehingga masih sangat berbahaya, khususnya saat hujan turun. “Potensi longsor susulan masih ada, karena memang masih ada retakan di atas tebing,” katanya.
Guna penanganan dan keselamatan sudah ada koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral. Hal ini dikarenakan status jalan merupakan milik Pemda DIY. “Koordinasi dilakukan untuk upaya penaganan sehingga akses dapat kembali normal sebelum ada longsoran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal Bus KSPN Malioboro–Parangtritis Senin (18/5/2026) menjadi solusi wisata hemat dengan tarif Rp12.000, memudahkan perjalanan dari pusat kota.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 hadir di Manding, Gilangharjo, hingga layanan malam di Kantor Parasamya Bantul.
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
Jadwal SIM keliling Sleman Mei 2026 hadir di sejumlah titik, termasuk layanan malam Simeru di Sleman City Hall.
PSG kalah 1-2 dari Paris FC pada laga terakhir Liga Prancis 2025/2026. Alimany Gory mencetak dua gol kemenangan tuan rumah.