Advertisement
BPBD Kulonprogo Ungkap Penyebab Banjir yang Rendam Ratusan Rumah di Wilayahnya
Ilustrasi banjir. - Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO–Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kulonprogo pada Jumat (28/3/2025) siang hingga malam mengakibatkan Sungai Serang meluap, merendam ratusan rumah di beberapa pedukuhan di Kapanewon Pengasih.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Heri Darmawan mengatakan penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang menghambat aliran air.
Advertisement
“Kondisi daerah aliran sungai yang seharusnya normal kini mengalami penyempitan akibat sedimentasi serta pertumbuhan rumput dan kotoran lainnya. Akibatnya, saat curah hujan ekstrem terjadi, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan meluap,” ujar Heri Minggu (30/3/2025).
Baca Juga: Hujan Deras Bikin Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo Alami Banjir hingga Tanah Longsor
Data yang dihimpun BPBD setempat, lebih dari 400 rumah terdampak banjir. Satu kompleks perumahan serta beberapa pedukuhan di kanan-kiri Sungai Serang terendam air. BPBD bersama instansi terkait telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat untuk membantu warga terdampak.
"Sekarang sudah aman dan normal kembali, dua hari ini warga dan relawan sudah kerja bakti membersihkan material yang terdampak," ujarnya.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang di DIY Sebabkan Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang, 2 Korban Luka-luka
Mengantisipasi potensi hujan deras yang masih diprediksi terjadi hingga April mendatang, BPBD telah mengimbau seluruh stakeholder, termasuk lurah dan panewu, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami telah mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada, terutama jika terjadi hujan lebih dari dua jam berturut-turut. Jika kondisi mengkhawatirkan, warga diimbau segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi, Warga Kulonprogo Sempat Tertimbun Longsor
Selain itu, BPBD juga mendorong kegiatan pembersihan sungai guna mengurangi risiko luapan air. Masyarakat diminta tetap memantau informasi cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan pemerintah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama menjelang mudik Lebaran.
Pihak BPBD memastikan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah mitigasi lebih lanjut, guna mengurangi dampak banjir di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
- Tol Jogja-Solo Padat, 19.156 Kendaraan Lewat GT Purwomartani
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
Advertisement
Advertisement






