Kebakaran 4 Hektare di Bantul, 3 Titik Api Masih Menyala
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Jogja mengeluarkan peringatan dini terkait dengan potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada 2 dan 3 April 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono menyampaikan, hujan lebat yang disertai kilat, petir, serta angin kencang berpotensi melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Walaupun intensitas hujan saat ini tidak selebat sebelumnya, kami memprediksi bahwa pada tanggal 2 dan 3 April akan terjadi cuaca ekstrem di seluruh wilayah Jogja,” ujar Warjono, Senin (31/3/2025).
Baca Juga: Seusai Salat Idulfitri, Halim Minta Warga Bantul Waspada Cuaca Ekstrem Selama Momen Lebaran
Menurutnya, berdasarkan model prakiraan cuaca, kondisi di DIY pada 31 Maret dan 1 April masih berada pada kategori kuning, yang mengindikasikan potensi hujan sedang. Namun, pada 2 dan 3 April, status peringatan meningkat menjadi oranye, yang menunjukkan kemungkinan hujan lebat dengan risiko dampak yang lebih tinggi.
Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Sejumlah Objek Wisata di Bantul Tutup Sementara
Adapun wilayah yang diperkirakan terdampak cuaca ekstrem meliputi Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian utara dan tengah, serta Gunungkidul bagian utara, termasuk Kapanewon Gedangsari, Semin, dan Ponjong. “Khusus wilayah Ponjong, perlu diwaspadai karena kondisi jalannya kecil dan curam, sehingga berisiko tinggi terhadap kejadian longsor atau gangguan perjalanan,” jelas Warjono.
Baca Juga: Potensi Cuaca Ekstrem pada Libur Lebaran, BPBD Bantul Siaga 24 Jam
Selain itu, cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi saat masyarakat masih dalam suasana Lebaran, di mana mobilitas warga untuk bersilaturahmi cukup tinggi. “Pada hari ketiga dan keempat Lebaran, biasanya masyarakat masih banyak yang bepergian untuk mengunjungi sanak saudara. Kami imbau agar tetap waspada dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum bepergian,” tambahnya.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi dan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak cuaca ekstrem.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare terjadi di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mendorong pelajar Sekolah Rakyat untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.