Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Sejumlah petugas memeriksa dan mengevakuasi sapi yang mati mendadak milik Jumiyo di Dusun Grogol 4, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul, Kamis (27/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Temuan kasus antraks di wilayah Gunungkidul baru-baru ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan peternak sapi di wilayah Bantul.
Meski belum ada laporan kasus serupa di Bantul, para peternak mulai mengambil langkah antisipatif secara mandiri demi menjaga kesehatan hewan ternak menjelang Iduladha.
Budi Santosa, seorang peternak sapi asal Sanden, Bantul, mengaku cukup cemas dengan kabar merebaknya antraks di wilayah tetangga.
"Iya, cukup cemas. Itu penyakit bahaya, bisa menular juga ke manusia," ujarnya, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA: Antisipasi Antraks, DKPP Bantul Efektifkan Pengawasan Hewan Ternak
Namun demikian, Budi menyatakan seluruh sapi miliknya dalam kondisi sehat. Ia pun memastikan bahwa dirinya tidak membeli sapi dari Gunungkidul, melainkan dari Wonogiri. "Sudah lama saya ambil dari Wonogiri. Lebih aman," imbuhnya.
Sebagai bentuk pencegahan, Budi mengaku memberikan antibiotik dan vitamin kepada sapi-sapi yang baru dibeli dari pasar.
"Begitu pulang dari pasar langsung saya suntik, dibantu dokter hewan. Biasanya seminggu kemudian disuntik lagi untuk PMK," jelasnya. Langkah ini diyakininya dapat memperkuat imunitas sapi terhadap potensi penyakit menular.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo mengatakan, hingga kini belum ditemukan kasus antraks di wilayahnya. Namun, pihaknya telah mengambil langkah pengawasan terhadap peredaran ternak.
"Sejak awal sudah ada pemantauan keluar-masuk ternak, terutama di pasar-pasar hewan seperti Imogiri. Kami juga sudah memberi imbauan agar peternak tidak membeli sapi dari Gunungkidul untuk sementara," kata Joko.
Selain pengawasan di pasar hewan, Joko menyebut Rumah Potong Hewan (RPH) di Segoroyoso juga telah ditingkatkan pengawasannya. "Kami pastikan hewan yang masuk dipantau ketat. Ini langkah preventif agar antraks tidak menyebar ke Bantul," tambahnya.
Menjelang perayaan Iduladha yang identik dengan peningkatan permintaan hewan kurban, Joko mengimbau masyarakat untuk waspada dan selektif dalam membeli hewan ternak. "Lebih baik waspada sejak dini. Jangan sampai ada korban, baik dari sisi manusia maupun ternaknya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.