Advertisement
1000 Buruh Jogja Akan Turun Aksi Dalam Peringatan Mayday, Serukan Revisi UU Ketenagakerjaan Hingga Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
Ilustrasi aksi Hari Buruh (May Day). - JIBI/Harian Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—1000 buruh Jogja akan turun ke jalan dalam aksi peringtatan Mayday pada Kamis (1/5/2025) besok. Sejumlah tuntutan akan mereka sampaikan dalam aksi tersebut mulai dari revisi UU Ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY, Irsyad Ade Irawan, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan dalam memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, buruh dan rakyat tertindas berserta Serikat buruh dan organisasi masyarakat yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) DIY akan menggelar aksi besar-besaran.
Advertisement
BACA JUGA: Peringati May Day, Disnakertrans Bantul Gelar Lomba Cerdas Cermat, Diikuti Puluhan Buruh
Dalam aksi ini, sejumlah elemen turut terlibat diantaranya sejumlah serikat pekerja, Partai Buruh DIY, komunitas Ojol, komunitas Becak Motor, PKL dan juru parkir Abubarak Ali (ABA), LBH Sikap, Aliansi Mahasiswa UGM dan sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.
“Titik kumpul aksi akan dimulai di Tugu Jogja pukul 08.00 WIB, dengan rute Tugu-TKP ABA-Titik Nol Km. Massa aksi yang diperkirakan berjumlah 1.000 orang akan menggelar aksi massa dan pawai budaya kelas pekerja, menampilkan ekspresi perlawanan melalui seni, orasi, musik, dan aksi teatrikal di sepanjang rute,” ujarnya, Senin (28/4/2025).
Beberapa tuntutan yang disuarakan yakni, pertama, revisi UU Ketenagakerjaan No. 13/2003 untuk melaksanakan mandat Mahkamah Konstitusi dan memperkuat perlindungan hak-hak buruh. Kedua, cabut UU Cipta Kerj beserta seluruh aturan turunannya hingga ke akar-akarnya.
Ketiga, naikkan upah buruh sebesar 50% dan sejahterakan seluruh pekerja, termasuk pekerja gig economy, pekerja migran, pekerja kreatif, dan pekerja aplikasi digital lainnya. “Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing yang memperburuk kondisi kerja buruh,” katanya.
BACA JUGA: Jelang May Day, Serikat Buruh DIY Serukan Peningkatan Kompetensi Pekerja
Kelima, revisi UU Jaminan Sosial untuk memperluas perlindungan sosial dan sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT). Keenam, tolak Penggusuran dan laksanakan reforma agraria sejati secara murni dan konsekuen untuk kesejahteraan rakyat.
“May Day tahun ini adalah momen untuk menunjukkan bahwa perjuangan buruh bukan hanya tentang upah, tetapi juga tentang hak hidup yang adil dan bermartabat bagi seluruh rakyat pekerja. MPBI DIY menyerukan kepada seluruh buruh, mahasiswa, pelajar, seniman, petani, dan masyarakat luas untuk bergabung dan memperkuat solidaritas,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Kuota Haji Menguat, KPK Siapkan Pengumuman Penting Senin
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Geger Bau Bangkai Menyengat, Warga Kulonprogo Temukan Jenazah Pria
- KA Gajayana Menemper Orang di Kalasan, KAI Ingatkan Area Steril
- Pemkab Gunungkidul Tunggu Aturan WFH Pusat demi Hemat BBM
- Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
- Arus Balik Usai Puncak, Gerbang Tol Purwomartani Masih Padat
Advertisement
Advertisement







