Kulonprogo Terancam Langgar Aturan Belanja Pegawai 30 Persen pada 2027
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kulonprogo mencatat, angka pernikahan di wilayahnya selalu menurun tiap tahunnya. Jumlah penurunannya pun setiap tahun sampai angka ratusan.
Tren pemuda Kulonprogo tak buru-buru cepat menikah itu dipengaruhi beberapa faktor sehingga generasi muda sekarang enggan memutuskan untuk cepat-cepat menikah.
Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil mengungkapkan, alasan karir, ekonomi, pendidikan hingga kesiapan menjadi faktor penurunan. Selain itu menurutnya, ada faktor jumlah penduduk usia menikah yang mengalami penurunan. “Setelah selesai kuliah pun tidak langsung menikah baik kerja dulu atau lainnya baru siap menikah,” katanya, Kamis (15/5/2025).
Bahkan ketika lulus S1 malah melanjutkan sekolah lagi ke tingkat S2. Ada juga yang lebih memikirkan karirnya terlebih dahulu ketika sudah mumpuni baru memutuskan menikah. “Berbeda dengan zaman dahulu ketika usia 20-22 kalau tidak segera menikah kurang bagus,” katanya.
Di zaman sekarang, lanjutnya, sudah tidak ada perspektif semacam itu di tengah-tengah masyarakat. Wahib pun melihat hal tersebut ada indikasi semakin melek akan pernikahan tidak selalu buru-buru sehingga berujung perceraian. Menurutnya, Kantor Kemenag Kulonprogo menekankan adanya bimbingan pernikahan untuk calon pengantin.
“Kami sudah punya target semua calon pengantin dapat bimbingan pernikahan dari semua aspek,” tuturnya. Mulai dari aspek agama, kesehatan, perencanaan keuangan, mengatasi konflik akan menjadi materi utama bimbingan pernikahan.
Wahib menuturkan, pada 2020 angka pernikahan di Kulonprogo mencapai 2.777 pengantin. Lantas di tahun berikutnya yakni 2021 angkanya menurun 105 menjadi hanya 2.672 pernikahan yang tercatat di KUA seluruh Kulonprogo. Di 2022 angka pernikahan kembali menurun sebanyak 169 sehingga total pernikahan di tahun tersebut hanya 2.503.
BACA JUGA: Semua Disabilitas di Kota Jogja Mendapat Akses Pendidikan Gratis
Sedangkan di 2023 angka penurunan pernikahan di Kulonprogo mencapai 71 dibanding 2022. Adapun total pernikahan di 2023 mencapai 2.432 pasangan pengantin. Penurunan angka pernikahan paling banyak terjadi dari 2023 ke 2024 mencapai 183 dengan total yang tercatat di 2024 ada 2.242 pasangan.
“Betul untuk tren pernikahan di Kulonprogo menurun, di 2025 ini saja sampai 15 Mei baru ada 542 pernikahan yang tercatat,” ungkap Wahib.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulonprogo pun tidak membantah hal tersebut. Fenomena tersebut tentu sebagai situasi yang negatif.
Kepala DPMKPPKB Kulonprogo, Muhadi mengaku, akan mengadvokasi untuk membangun keluarga berkualitas agar pernikahan tidak dihindari. Menurutnya, kalangan remaja atau usia produktif Kulonprogo agar mempersiapkan masa muda, pernikahan, pengasuhan agar kemudian menjadi keluarga berkualitas. “Rata-rata penduduk Kulonprogo memang menurun sehingga angka pernikahan menurun,” katanya.
Selain itu juga alasan ekonomi, karir, tanggung jawab menjadi banyak penduduk Kulonprogo enggan menikah. Dia menilai itu budaya yang buruk karena setiap individu memiliki tanggung jawab untuk meneruskan sejarah keluarganya dengan menikah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo mengaku kesulitan memenuhi aturan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027. Belanja pegawai masih 38 persen dan daerah menegaskan tidak
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny
Klaim asuransi mobil tidak cukup hanya melapor kecelakaan atau kehilangan kendaraan. Simak dokumen, prosedur, hingga penyebab klaim ditolak agar proses berjalan
PSG kalahkan Aston Villa 2-1 di final Piala Super Eropa 2026. Gol Kvaratskhelia dan Doue bawa Les Parisiens back-to-back juara. Madjo cetak rekor termuda.