Krisis Air, 52 Hektare Sawah Banaran Kulonprogo Tak Bisa Ditanami
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Bayi - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO–Angka kesuburan total atau total fertility rate (TFR) di Kabupaten Kulonprogo turun. Sebanyak 8% dari pasangan usia subur di Kulonprogo memilih tidak punya anak atau childfree setelah menikah.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulonprogo mencatat berdasarka data survei Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pasangan usia subur sebanyak 63.122 pasangan.
Dari jumlah itu sebanyak 8% memilih childfree setelah menikah, atau sebanyak 5.049 pasangan. “Angka delapan persen itu cenderung milih childfree yang jumlahnya mencapai 5.049 pasangan usia subur,” katanya, Jumat (16/5/2025).
Muhadi mengatakan, menurut BPS, data ini diperbarui pada 31 Desember 2024. Sedangkan mekanisme survei melibatkan tenaga lini lapangan atau penyuluh KB dan melalui aplikasi sistem informasi keluarga.
Muhadi mengatakan pilihan childfree pada pasangan usia subur menurunkan jumlah angka kelahiran. “Rata-rata delapan persen pasangan usia subur Kulonprogo cenderung ingin childfree atau menikah tidak ingin punya anak sehingga menjadi keprihatinan,” katanya.
Gejala ini itu menurut Muhadi agak mencemaskan. Fokus Dinas PMKPPKB pun bergeser dari yang sebelumnya menekan angka kelahiran. Menurut dia, ini edukasi antara kelahiran dan kematian harus seimbang.B
BACA JUGA: Pemancingan di Maguwoharjo Sleman Diterjang Banjir 1 Meter, Kerugian Capai Rp30 Juta
Sedangkan TFR di Kulonprogo di bawah angka dua yang berarti potensi pertambahan penduduknya minus. Menurutnya satu pasangan dua anak itu sehingga idealnya angka TFR harus 2,1. Sedangkan di Kulonprogo angka TFR hanya 1,27 yang berarti rata-rata pasangan usia subur di Kulonprogo hanya melahirkan anak satu sampai dua saja. “Ketika angka kelahiran turun sehingga angka pernikahannya pun turun,” ungkapnya.
Dia pun tidak menampik, jika kondisi ini terjadi terus-menerus bukan tidak mungkin Kulonprogo sepi dari penduduk.
Muhadi menuturkan, suatu daerah kekurangan penduduk, maka dampak langsungnya antara lain minimnya penduduk usia produktif selaras dengan besarnya usia tidak produktif. Jika masyarakatnya berbasis pertanian maka juga berpotensi kekurangan tenaga kerja. “Kulonprogo itu pertumbuhan penduduknya minus terutama di 2024,” katanya.
Di sisi lain, Kantor Kemenag Kulonprogo selalu memberikan bimbingan pernikahan bagi para calon pengantin. Materi bimbingannya meliputi agama, ekonomi, kesehatan dan menangani konflik pernikahan.
Tujuannya tentu jelas agar menghindari perceraian dalam pernikahan. “Kami sudah punya target semua calon pengantin dapat bimbingan pernikahan dari semua aspek,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo Wahib Jamil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Persijap Jepara vs Borneo FC pada pekan kedua Super League 2026/27. Simak kondisi kedua tim dan prediksi pertandingannya.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.