30 Ban Pengaman Jalur Wediombo Terbakar, Warga Cari Pengganti
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Lokasi SPPG Wonosari di Kalurahan Wonosari menjadi satu-satunya yang saat ini memiliki SLHS untuk pengoperasian MBG di Kabupaten Gunungkidul. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul terus mendorong SPPG yang melayani menu makan berigizi gratis memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Pasalnya, hingga saat ini baru satu dapur yang mengantongi sertifikat tersebut.
Adapun dapur sehat yang memiliki SLHS itu adalah SPPG Wonosari. Sertifikat ini diperoleh jauh sebelum pengoperasian pada 17 Februari 2025.
“Sebelum pengoperasian, kami sudah mendapatkan pendampingan dari dinas kesehatan untuk mendapatkan SLHS,” kata Kepala SPPG Wonosari, Hyndun Astry kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).
Dia menjelaskan, banyak aspek yang dinilai untuk mendapatkan SLHS. Selain adanya pengajuan secara resmi, juga ada pengecekan ke lokasi dapur mulai dari inspeksi kesehatan lingkungan, uji lab air dan lainnya.
“Ini sudah delapan bulan beroperasi dan hingga sekarang berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Mudah-mudahan ke depannya juga tidak ada masalah,” katanya.
Hyndun menambahkan, kelancaran ini juga tidak lepas dari pemilihan bahan baku yang berkualitas dan segar. Ia mencontohkan, untuk menu ayam dikirim saat akan dimasak sehingga tidak ada penyimpanan sehingga bahan tetap segar.
“Hal yang sama untuk sayuran dan buah-buahan. Ada proses sortir untuk memastikan kualitasnya,” ujarnya.
Adapun untuk keamanan, memasak menjadi kunci. Pihaknya tidak mau berisiko karena prosesnya tidak terlalu lama dengan waktu pengiriman.
Bahkan dalam proses memasak sekalipun ia menggunakan air galon sehingga dalam sehari bisa menghabiskan 30 galon. Sedangkan, air dari sumur hanya digunakan untuk mencuci.
“Semua, kami jaga. Menu yang dikirim juga belum lama memasaknya,” katanya.
Hingga saat ini, SPPG Wonosari melayani enam sekolah dengan memberikan menu makan bergizi gratis kepada 2.847 siswa. “Untuk menyediakan menu makan ini, kami pekerjakan sebanyak 50 karyawan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, persyaratan SLHS dalam pengoperasian dapur sehat untuk melayani program makan bergizi gratis merupakan kewajiban. Adapun prosesnya dilakukan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun.
Menurut dia, di Kabupaten Gunungkidul terdapat 17 SPPG yang telah beroperasi. Namun, dari jumlah ini, baru terdapat satu dapur sehat yang memiliki sertifikat tersebut.
“Mulai 7-21 Oktober 2025, kami adakan pelatihan bagi para pemasak. Tujuannya untuk mendapat sertifikat penjamah makanan,” katanya.
Ismono menambahkan, untuk penerbitan SLHS, dinas kesehatan juga akan melakukan pengecekan ke lokasi dapaur sehat. Salah satunya guna mengetahui kebersihan di lingkungan tempat produksi.
“Semua SPPG harus mengurus SLHS dan kami siap mengakomodasi. Mudah-mudahan semua dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 30 ban pengaman di jalur ekstrem menuju Pantai Wediombo, Gunungkidul, terbakar. Warga mengumpulkan ban pengganti untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.
Kemenkop menargetkan koperasi memiliki kilang minyak goreng pada 2027 untuk memperkuat hilirisasi sawit dan meningkatkan nilai tambah bagi petani.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.