Layanan Jemput Bola E-KTP Permudah Disabilitas di Kulonprogo
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Kondisi Jembatan Apung yang berada di sisi timur Kali Progo. Ini merupakan lokasi yang sebelumnya terdapat Jembatan Apung sebelum akhirnya jebol karena debit air yang meningkat./ Harian Jogja-Khairul Ma'arif
KULONPROGO—Jembatan apung yang menghubungkan Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Bantul di atas Kali Progo mengalami kerusakan. Diduga, penyebab rusaknya jembatan tersebut karena debit air yang meningkat pascahujan, membuat Kali Progo banjir sehingga jembatan tidak kuat menahan arus deras.
Lokasi jembatan dari sisi barat berada di Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo. Sementara sisi timurnya terletak di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Bantul.
Lurah Ngentakrejo, Sumardi, saat dikonfirmasi membenarkan rusaknya jembatan apung yang dibangun secara mandiri oleh warganya itu. Menurutnya, jembatan tersebut jebol setelah hujan seharian mengguyur wilayahnya pada Selasa (21/10/2025) malam.
"Sudah jebol jembatannya, tidak tersambung lagi, sudah tidak beroperasi, hanyut ke sisi timur kali," katanya saat dihubungi, Kamis (23/10/2025).
Kondisi tersebut membuat jembatan apung itu sudah tidak bisa diseberangi oleh pengendara roda dua maupun roda empat. Sumardi membenarkan hujan deras dan banjir menyebabkan jembatan yang melintang di sungai itu jebol. Menurutnya, saat detik-detik jebol, tidak ada yang melintasi jembatan apung tersebut.
"Tidak ada yang melintas karena sudah ada air yang deras sehingga tidak boleh lewat, kan ada yang jaga," tambahnya.
Jembatan apung tersebut dibangun secara swadaya dengan pendanaan dari tiga pengusaha tahu di Padukuhan Temben, yaitu Sudiman dan dua orang lainnya yang sama-sama bernama Sukidi. Dalam proses pembuatannya, jembatan apung itu menghabiskan dana mencapai Rp150 juta dari kocek ketiga pengusaha tahu tersebut.
Salah satu penyokong dana, Sukidi, mengaku jembatan apung itu sudah beroperasi selama 2,5 bulan. Setiap pengendara yang melintas diharapkan memberikan uang seikhlasnya untuk perawatan jembatan.
"Dari 2,5 bulan berjalan ini, walaupun ada yang bayar, belum balik modal Rp150 juta, boro-boro seluruhnya. Balik modal seperempatnya saja belum sampai," ungkapnya.
Sebaliknya, dia menceritakan bahwa sebelum jebol sudah mengeluarkan kocek lagi untuk perawatan dan perbaikan jembatan apung.
Sukidi menjelaskan, debit air yang meningkat di Kali Progo pada Selasa (21/10/2025) malam membuat tiang seling jembatan apung di sisi barat tidak kuat menahannya. Ditambah kondisi tiangnya yang tidak baik atau disebutnya cacat.
"Sehingga tiang seling yang sebelah barat untuk menarik jembatan patah," bebernya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dengan status Level III (Siaga). BPPTKG mencatat satu awan panas guguran dan 151 guguran lava pada periode 17-23 Juli 2026.
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.