Rumah Eross Sheila On 7 Didatangi Kobra Jawa, Evakuasi Hanya 8 Menit
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Foto ilustrasi topan. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama tiga hari ke depan. Cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, hingga sambaran petir, terutama di daerah rawan.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, suhu muka laut di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif hangat, yakni berkisar antara 28–29°C.
“Dengan anomali suhu muka laut sebesar 0,5 hingga 1,0°C, kondisi ini mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendorong pertumbuhan awan hujan,” jelasnya, Rabu (12/11/2025).
Selain itu, BMKG juga mendeteksi adanya pola siklonik di sekitar perairan selatan Pulau Bali dan Samudra Hindia barat Lampung. Pola ini memicu terbentuknya wilayah shearline atau belokan angin serta konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk DIY.
Warjono menambahkan, kondisi kelembaban udara vertikal di wilayah DIY pada ketinggian 1,0–2,5 kilometer (paras 850–700 mb) juga menunjukkan tingkat kelembaban yang tinggi, mencapai 70–95 persen. “Kondisi ini memberi peluang terjadinya hujan ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah DIY, terutama pada siang hingga sore hari,” ujarnya.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, BMKG memperkirakan pada 12 November 2025 akan terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Gunungkidul bagian utara dan tengah, Kulonprogo bagian utara, serta Bantul bagian utara.
Sementara pada 13 dan 14 November 2025, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan masih terjadi di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Warjono kembali mengingatkan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut. “Bagi masyarakat yang ingin memperoleh informasi cuaca terkini dengan cakupan wilayah yang lebih spesifik, dapat mengakses laman resmi BMKG,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Rabu 1 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan cepat dan praktis.
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.