Lahan 1,5 Hektare di Bener Kota Jogja Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Pertanian
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Peternakan ayam broiler. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Indonesia membutuhkan lompatan besar di sektor unggas, dan dana Rp20 triliun dari pemerintah harus diarahkan untuk mempercepat transformasi produksi dari hulu hingga hilir.
Hal ini terungkap dalam Sarasehan Peternakan Unggas di Auditorium drh. R. Soepardjo, Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (22/11/2025). Sarasehan bertujuan mengidentifikasi peluang penguatan sekaligus tantangan struktural yang masih menghambat peningkatan produksi. Acara ini mempertemukan akademisi, pelaku industri, pemerintah, organisasi profesi, dan peternak.
Dengan tema Transformasi Peternakan Unggas Nasional: Optimalisasi Dana 20 Triliun Menuju Kemandirian Pangan, forum ini penting untuk menelaah kembali arah produksi unggas dan telur nasional dalam jangka panjang.
Dekan Fapet UGM, Profesor Budi Guntoro, menyampaikan bahwa rencana penggelontoran anggaran Rp20 triliun oleh Pemerintah Pusat harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat rantai pasok, dan mempersiapkan sektor unggas menghadapi lonjakan kebutuhan protein hewani masyarakat.
Ia menambahkan Indonesia membutuhkan peta jalan produksi unggas dan telur yang lebih terintegrasi, dari pembibitan, pakan, kesehatan hewan, hingga distribusi.
“Kami juga berharap ada rekomendasi yang membangun untuk kebijakan, investasi, dan penguatan kelembagaan peternak. Selain tentu saja untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan peternak,” kata Guntoro, Sabtu (22/11/2025).
Arah Kebijakan Nasional
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, memaparkan bahwa pemanfaatan anggaran Rp20 triliun tidak hanya berfokus pada integrasi industri, tetapi terutama pada peningkatan kapasitas produksi unggas dan telur secara berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan agar produksi ayam pedaging dan petelur tetap stabil serta harga di tingkat konsumen maupun peternak tetap terjaga.
Penguatan sistem kesehatan hewan dan pembangunan ekosistem produksi unggas terpadu antardaerah juga penting mendapat sorotan karena hal ini bisa mengurangi ketergantungan pasokan dari Jawa.
Selain peluang peningkatan produksi, forum ini juga menyoroti risiko seperti kesenjangan akses sarana produksi pertanian, lemahnya posisi tawar peternak kecil, serta kebutuhan penguatan kelembagaan peternak agar mampu berpartisipasi dalam transformasi industri unggas skala besar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menyiapkan Rp1 miliar pada 2027 untuk mengembangkan integrated farming di Bener sebagai pusat edukasi dan produksi pangan.
Borneo FC ditahan PSM Makassar 1-1 meski unggul jumlah pemain. Dua pemain Juku Eja mendapat kartu merah dalam laga di Stadion Segiri.
Segafredo Cafe mengembangkan hospitality Italia di Jogja dengan sajian kopi, pasta, dan pizza untuk menyasar wisatawan asing maupun domestik.
PKB Sleman menggelar dialog sosialisme Islam bersama tokoh NU, Muhammadiyah, dan FKUB untuk membahas keadilan sosial serta persoalan anak muda.
BPS menjelaskan alasan penduduk yang bekerja satu jam seminggu tetap masuk kategori bekerja berdasarkan standar ILO.
Sebanyak 30 lurah hasil Pilur Serentak 2026 Bantul resmi dilantik untuk masa jabatan 2026-2034. Lurah diminta inovatif dan merangkul seluruh warga.