Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Lalu lintas di Simpang Jembatan Kewek. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY memastikan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas 9,5 juta orang saat Nataru, termasuk kecukupan stok bahan pokok yang tercatat surplus.
Sekda DIY menyatakan persiapan dilakukan sejak awal November melalui rapat TPID dan koordinasi dengan berbagai instansi. Pemda memastikan keamanan transportasi melalui posko terpadu dan pendataan pergerakan wisatawan yang diprediksi meningkat signifikan.
Sejumlah komoditas tercatat jauh di atas kebutuhan bulanan, termasuk beras yang mencapai lebih dari dua kali lipat dari kebutuhan. Meski demikian, tantangan terkait distribusi dan potensi gejolak harga masih diwaspadai, terutama untuk komoditas sensitif seperti daging sapi dan hortikultura.
Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pemerintah pusat untuk kesiapan nataru. Sebenarnya ini kan sesuatu yang sudah biasa karena setipa tahun pasti seperti itu. Jadi otomatis dari sisi kesiapan sudah sangat siap untuk menerima atau menyambut nataru,” ujarnya, senin (1/12/2025).
Pada nataru mendatang diproyeksikan akan ada pergerakan sebanyak 9,5 juta orang di DIY. Maka dari sisi transportasi juga akan disiapkan. “Dari sisi Polda DIY, transportasi disiapkan posko. Lalu dari sisi ketersediaan bahan pokok kami semua sudah siap. Pada prinsipnya kita siap dan aman. Tinggal bagaimana implementasi di lapangan,” ungkapnya.
Pada komoditas beras, dari kebutuhan sebanyak 32.411,11 ton, ketersediaannya saat ini sebanyak 73.720,48 ton atau surplus 41.309,37 ton. Lalu pada minyak goreng, dari kebutuhan sebanyak 3.470.17 ton, saat ini tersedia 6.099,28 ton atau surplus 2.629,11 ton.
Kemudian pada telur ayam, dari kebutuhan 9.541,75 ton, saat ini tersedia sebanyak 14.057.16 ton atau surplus 4.515,42 ton. Pada daging ayam, dari kebutuhan 7.344,54 ton, saat ini tersedia sebanyak 10.711,37 ton atau surplus 3.366,83 ton.
“Kami sudah memprediksi, kita punya stok di Bulog, Gapoktan [gabungan kelompok tani] dan sebagainya. kami sudah rapat TPID [Tim Pengendali Inflasi Daerah] itu di 11 November lalu. Kami mengiddentifikasi bahan pokok penting. Pada Prinsipnya sangat surplus,” katanya.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih ada yang mempengaruhi ketersediaan bahan pokok, diantaranya ketergantungan pada komoditas tertentu dengan surplus rendah seperti daging sapi. Hal ini bisa mengakibatkan kerentanan jika terjadi gejolak pasokan.
Kemudian ketidakmerataan distribusi stok dapat memicu lonjakan harga musiman terutama pada komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca dan rantai distribusi. “Validitas dan ketepatan waktu data juga masih memerlukan penguatan, terutama yang bersumber dari pelaku usaha dan pergerakan barang,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kemnaker membuka pendaftaran bantuan TKM Pemula 2026 hingga 17 Mei untuk calon wirausaha mandiri.
Volkswagen menunda peluncuran Golf EV hingga akhir dekade sambil fokus mengembangkan lini mobil listrik seri ID.
Maverick Viñales kembali tampil di MotoGP Catalunya 2026 setelah absen tiga seri akibat operasi bahu.
Tips traveling aman saat gelombang panas agar terhindar dari dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan selama liburan.
Oscar Piastri diingatkan agar tidak terburu-buru meninggalkan McLaren meski masuk radar Red Bull Racing.