Advertisement

Pinus Pengger Dlingo Dilengkapi Glamping, Dorong Wisata Berkelanjutan

Lugas Subarkah
Jum'at, 02 Januari 2026 - 12:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Pinus Pengger Dlingo Dilengkapi Glamping, Dorong Wisata Berkelanjutan Beberapa unit glamping di Pinus Pengger yang sudah terbangun mulai beroperasi awal 2026 ini. - ist Humas Pemda DIY

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA— Destinasi wisata alam Pinus Pengger di Dlingo, Bantul, terus berbenah. Terbaru, kawasan wisata berbasis hutan pinus tersebut resmi dikembangkan dengan fasilitas glamping (glamour camping) sebagai upaya memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

Pengembangan Glamping Pinus Pengger dilakukan melalui kolaborasi antara pengelola wisata berbasis masyarakat dengan dukungan dunia usaha, salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Angkasa Pura I.

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan kehadiran glamping ini menjadi contoh konkret pengembangan wisata alam yang berkelanjutan, inklusif, dan kolaboratif.

“Inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix yang sangat baik. Selain menawarkan panorama alam yang indah, pengembangan ini membuktikan bahwa gagasan yang telah direncanakan sejak lama akhirnya bisa diwujudkan melalui kerja bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).

Menurutnya, keberadaan glamping di Pinus Pengger diharapkan mampu meningkatkan kualitas destinasi wisata sekaligus memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Rencananya, akan dibangun 10 unit glamping dengan konsep menyatu dengan alam.

“Pilihan akomodasi yang beragam akan menjadi nilai tambah. Ini bukan soal bersaing, tetapi menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dan unik bagi pengunjung,” katanya.

Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati, menyampaikan dukungan TJSL Angkasa Pura I merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pariwisata berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia menyebut kawasan Pinus Pengger memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan wisata alam yang bertanggung jawab dan berbasis kearifan lokal. “Pada 2025, kami telah menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping serta peningkatan fasilitas pendukung wisata alam,” jelasnya.

Menurut Anita, kehadiran glamping diharapkan dapat meningkatkan daya saing destinasi, memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Sementara itu, Ketua Koperasi Notowono selaku pengelola wisata Pinus Pengger, Purwo Harsono, mengatakan pengembangan glamping menjadi momentum penting bagi kebangkitan ekonomi warga sekitar.

“Kami menyiapkan 10 unit glamour camp dengan segmen pasar yang beragam. Harapannya, fasilitas ini tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga benar-benar memberdayakan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Stok Menumpuk, Impor Beras dan Gula Dipastikan Nihil pada 2026

Stok Menumpuk, Impor Beras dan Gula Dipastikan Nihil pada 2026

News
| Jum'at, 02 Januari 2026, 15:37 WIB

Advertisement

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Tiket Museum Nasional Disesuaikan, Lansia hingga Yatim Gratis

Wisata
| Kamis, 01 Januari 2026, 13:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement