Advertisement
Jogja Fashion Parade 2026 Jadi Panggung Puluhan Talenta Asmat Pro
Jogja Fashion Parade 2026 menampilkan 38 siswa Asmat Pro tampil di catwalk sekaligus wisuda, mencetak talenta baru di modeling dan desain. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gelaran Jogja Fashion Parade (JFP) 2026 kembali digelar sebagai event unjuk karya desain dan kemampuan modeling bergaya di catwalk. Dalam kesempatan itu sebanyak 38 siswa lembaga pendidikan modeling dan desain, Asmat Pro kembali kembali tampil menunjukkan kemampuannya bersamaan dengan diwisuda telah selesainya pendidikan.
Founder sekaligus Owner Asmat Pro, Panji Anom, mengungkapkan bahwa kali ini diikuti oleh 38 siswa yang berasal dari Magelang, Klaten, dan Jogja. Para peserta telah menempuh masa kursus intensif selama kurang lebih enam bulan.
"Digelar setahun sekali dan selalu digelar di JFP," ujar Panji, Minggu (8/2/2026).
Advertisement
Menurutnya ada fenomena unik di mana beberapa siswa memilih untuk menunda kelulusan karena merasa nyaman belajar di Asmat Pro."Ada yang harusnya wisuda tapi menunda karena tidak ingin keluar dari Asmat, ada yang bahkan sudah tujuh tahun masih bergabung karena betah," tambahnya.
Menariknya, peminat dunia modeling di Asmat Pro datang dari rentang usia yang sangat luas. Panji menyebut siswa termuda saat ini berusia 3 tahun, sementara siswa tertua berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai dokter di RSUP Dr. Sardjito.
BACA JUGA
Motivasi para peserta pun beragam, tidak melulu soal menjadi model profesional di runway. "Ada dokter yang ikut kursus karena ingin meningkatkan kemampuan public speaking dan kepercayaan diri. Ada juga ibu-ibu wali murid yang ikut agar lebih berani bergaul," jelas Panji.
Selain fokus pada dunia modeling yang sudah dijalani selama 34 tahun, Asmat Pro juga mulai merambah dunia desain busana. Sekolah desain ini sebenarnya sudah dirintis sejak masa pandemi tahun 2022 lalu.
Meskipun divisi desain belum melakukan wisuda secara resmi pada gelaran kali ini, Panji optimistis arah pengembangan lembaga ke depan akan semakin komprehensif dalam mencetak talenta-talenta baru di industri mode tanah air.
"Kami sudah 34 tahun, bisa dibilang paling senior di Jogja. Kami ingin terus memfasilitasi minat masyarakat tanpa mengganggu kegiatan utama mereka, karena kursus kami hanya seminggu sekali," kata Direktur Asmat Pro Nyudi Dwijo Susilo.
Dalam kesempaan itu Best Social Media Award salah satunya diberikan kepada Aluna Anindya Radi Putri. Pada kategori Best Talent Award Asmat salah satunya diberikan ke Naifalyn Akirasalsa Mezzaluna Azarine. Best Public Speaking Award salah satunya dianugerahkan kepada Victoria Blessing Batkorumbawa.
Kemudian Best Photogenic Award salah satunya diberikan kepada Shahreen Shaqueena Sanum. Best Catwalk Award salah satunya keada Syahira Maharani. Adapun Lulusan Terbaik Program Modeling Personality di antaranya Zahra Tsabitha Anureza.
"Awalnya enggak nyangka, tapi ternyata setelah banyak usaha, membuahkan hasil. Saya dedikasikan ini buat teman-teman dan keluarga yang selalu support," ungkap Tsabitha salah satu peserta terbaik.
Ia melihat modeling sebagai profesi yang kompleks. Ia menekankan bahwa pelatihan yang ia jalani memberinya pelajaran berharga yang melampaui aspek visual semata. Menurut Tsabitha, ada tiga pilar utama yang harus dimiliki seorang model masa kini, terdiri atas kekuatan mental, etika dan profesionalisme.
Ketertarikan Tsabitha pada dunia peragaan busana bukanlah hal baru. Ia mengaku telah memiliki passion di bidang modeling sejak masih kecil. Hal itulah yang mendorongnya untuk terus melanjutkan karier di industri ini meski telah menyelesaikan studinya di sekolah model.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
AHY Targetkan Tanggul Laut di Pantura Bisa Tahan 200 Tahun
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



