Advertisement
Surfing Jadi Andalan Evakuasi Laka Laut di Parangtritis
Sejumlah personel Tim Sar yang siaga menggunakan papan Surfing di kawasan pantai Parangtritis. - Harian Jogja - Kiki Luqman
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Papan surfing kini menjadi ujung tombak evakuasi laka laut di Pantai Parangtritis. Tim SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis mengandalkan papan selancar untuk mempercepat penyelamatan korban yang terseret ombak di kawasan pesisir selatan tersebut.
Dari sekitar 100 personel yang bertugas, baru 15–20 orang yang benar-benar menguasai teknik evakuasi menggunakan papan surfing. Mereka menjadi regu terdepan setiap kali terjadi laka laut, bergerak lebih dulu menembus ombak sebelum peralatan lain menyusul.
Advertisement
Sekretaris SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, menjelaskan metode ini dikembangkan karena dinilai lebih efektif dibandingkan alat konvensional seperti pelampung.
Menurut dia, papan surfing memungkinkan personel menjangkau korban dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi di tengah arus kuat Pantai Parangtritis.
“Kecepatan menjadi faktor krusial, terutama dalam situasi darurat ketika korban berisiko tenggelam. Papan surfing sendiri mempunyai kelebihan, yaitu bisa tiga kali lebih cepat daripada menggunakan pelampung,” kata Rodhiva, Selasa (17/2/2026).
Selain unggul dalam kecepatan, papan surfing juga lebih ringan dan relatif mudah dikendalikan saat menghadapi gelombang besar.
"Petugas kami dapat menaikkan korban ke atas papan sehingga proses evakuasi menjadi lebih praktis," ujarnya.
Ia menerangkan, penggunaan papan selancar berbeda dengan pelampung yang mengharuskan petugas menggendong korban sepanjang proses penyelamatan. Dengan papan surfing, korban dapat dibaringkan di atas papan sehingga proses penarikan menuju bibir pantai menjadi lebih mudah dan efisien.
Dalam kondisi tertentu, satu papan surfing bahkan dapat digunakan untuk mengevakuasi hingga tiga korban sekaligus apabila mereka dalam keadaan sadar. Namun, jika korban tidak sadarkan diri, papan hanya bisa dipakai untuk satu orang karena membutuhkan penanganan yang lebih intensif.
"Memang efektif, tapi belum semua personel menguasai teknik penyelamatan menggunakan papan surfing. Dari sekitar 100 personel yang bertugas, saat ini baru sekitar 15 hingga 20 orang yang bisa evakuasi pakai papan," jelasnya.
Sebagian besar personel yang mahir menggunakan papan selancar merupakan atlet surfing yang telah lama menekuni olahraga tersebut. Mereka kemudian bergabung dengan tim SAR untuk memaksimalkan kemampuan selancar demi penyelamatan korban laka laut.
“Teman-teman surfing merasa kemampuan mereka bisa memberikan dampak besar dalam penyelamatan," ujarnya.
Secara operasional, papan surfing telah didistribusikan ke setiap regu penyelamat. SAR Parangtritis saat ini memiliki tiga regu, masing-masing dilengkapi personel khusus pengguna papan selancar.
"Petugas yang menggunakan papan surfing itu tim paling awal yang bergerak kalau ada laka laut. Mereka jadi garda pertama yang menjangkau korban di tengah ombak," katanya.
Rodhiva menambahkan, peningkatan kapasitas personel dalam teknik evakuasi menggunakan papan surfing akan terus dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi laka laut di Pantai Parangtritis dan sekitarnya.
Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) DIY, Muhammad Aldhilla Mavie, menilai karakter ombak Pantai Parangtritis justru menjadi faktor pembentuk peselancar yang tangguh.
Menurut dia, arus kuat dan tenaga gelombang besar menuntut kemampuan mendayung yang prima dari setiap surfer.
“Ombak di sini power-nya besar, arusnya kuat. Mau tidak mau surfer harus punya paddle yang kuat. Itu justru membentuk karakter surfer yang tangguh,” ujar Aldhilla.
Ia menambahkan, kemampuan membaca ombak tidak hanya penting dalam olahraga, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek keselamatan di laut. Surfing, kata dia, secara tidak langsung mengajarkan pemahaman tentang arus, kondisi gelombang, hingga teknik dasar penyelamatan.
“Surfing itu membantu memahami kelautan. Kalau ada kejadian di laut, surfer biasanya lebih paham arah dan situasinya,” ujarnya, menggambarkan bagaimana keahlian selancar kini bertransformasi menjadi bagian penting dalam sistem evakuasi laka laut di Pantai Parangtritis yang terus diperkuat oleh Tim SAR setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Gelombang 3 Meter Ancam Wisatawan Padusan Parangtritis
- Konser 510 di Jogja Padukan Orkestra dan Budaya Jawa
- Marbot Masjid di Sleman Dapat BPJS Ketenagakerjaan Gratis
- Belasan Rip Current Terdeteksi di Parangtritis hingga Pantai Depok
- Jelang Ramadan, Pertamina Tambah 1,1 Juta Tabung LPG 3Kg di Jateng-DIY
Advertisement
Advertisement






