Advertisement
Kunjungan Wisata Bantul Turun Saat Awal Puasa, Ini Penyebabnya
Delman wisata tengah menunggu wisatawan di Pantai Parangtritis, Rabu (25/2/2026). - Harian Jogja - Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Kunjungan wisata Bantul mengalami penurunan signifikan pada awal Ramadan 2026 dengan jumlah wisatawan hanya sekitar seperlima dari hari normal. Dinas Pariwisata Bantul menyebut kondisi ini merupakan pola tahunan yang dipengaruhi perubahan perilaku wisatawan dan faktor cuaca.
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menunjukkan jumlah wisatawan yang datang ke destinasi pantai selatan turun cukup tajam selama masa awal puasa. Pada hari biasa maupun akhir pekan, kunjungan wisata pantai Bantul biasanya mencapai 10.000–15.000 orang per hari, namun saat Ramadan hanya berkisar 2.000–3.000 orang per hari.
Advertisement
Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan fenomena penurunan kunjungan wisata Bantul pada awal puasa merupakan kondisi yang terjadi hampir setiap tahun.
"Itu sudah fenomena normal, setiap tahunnya pasti kunjungan turun kalau awal-awal puasa," katanya, Rabu (25/2/2026).
BACA JUGA
Menurut dia, salah satu penyebab utama penurunan kunjungan adalah wisatawan yang cenderung menahan perjalanan wisata dan memilih menunggu momentum libur Lebaran. Pada periode ini, wisatawan yang datang lebih banyak didominasi masyarakat lokal.
"Kunjungan biasanya hanya didominasi oleh warga lokal saja. Data kunjungan lima hari awal puasa pada 2025 itu 4.577 orang sementara tahun ini 4.857 orang," jelas dia.
Selain faktor perilaku wisatawan, kondisi awal Ramadan yang bertepatan dengan musim hujan turut memengaruhi kebersihan kawasan pantai selatan Bantul. Limpahan arus sungai dari wilayah utara menyebabkan sampah menumpuk di pesisir pantai.
"Volume sampah juga meningkat karena kiriman banjir, sehingga jadi waktu yang tepat untuk menata dan membersihkan kawasan pantai menjelang libur Lebaran," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel kebersihan untuk menangani peningkatan sampah di kawasan wisata pantai. Sampah yang didominasi ranting dan kayu tersebut dibersihkan secara rutin menggunakan kendaraan operasional.
"Petugas akan keliling membersihkan ranting dan kayu kiriman banjir menggunakan kendaraan roda tiga. Sistemnya diblok per kawasan kemudian dibawa ke TPS," katanya.
Ia menambahkan meskipun terjadi peningkatan sampah kiriman dari sungai, volumenya tidak terlalu signifikan karena jumlah wisatawan juga menurun. Namun demikian, petugas tetap harus bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan kawasan wisata Bantul menjelang peningkatan kunjungan saat libur Lebaran.
"Namun ya tetap menginginkan petugas repot, karena sampah kiriman banjirnya juga setiap hari," katanya.
Upaya pembersihan kawasan wisata pantai Bantul tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung saat memasuki periode libur Lebaran, ketika kunjungan wisata Bantul biasanya kembali meningkat seiring mobilitas masyarakat yang lebih tinggi pada musim liburan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik Gratis 2026 Dibuka 1 Maret, Kuota 15.834 Penumpang Bus
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






