Advertisement
Sekolah Terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman Siap Dibongkar
Pekerjaan pemasangan pierhead menggunakan metode sosrobahu dalam proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman, seperti terlihat belum lama ini. - Istimewa - Dokumen PT Adhi Karya
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN— Proses relokasi SD Negeri Nglarang di Kabupaten Sleman memasuki tahap baru setelah lokasi pengganti resmi disepakati. Dalam waktu dekat, sebagian bangunan sekolah akan dibongkar untuk mendukung pembangunan Tol Jogja-Solo, sementara aktivitas belajar siswa akan dialihkan ke aula.
Pembongkaran direncanakan berlangsung mulai 24 April hingga 5 Mei 2026, setelah siswa menyelesaikan Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD). Tahap awal akan menyasar ruang kelas IV, V, dan VI yang terdampak langsung proyek.
Advertisement
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menjelaskan keputusan tersebut diambil dalam rapat bersama Sekda Sleman dan instansi terkait pada Kamis (2/4/2026).
“Pelaksana atau kontraktor komitmennya adalah dalam rapat itu kan pembongkaran dimulai setelah tanggal 24 April sampai tanggal 5 Mei 2026 karena menunggu selesai ada ujian. Itu amannya tanggal 24 mulai kemudian dikasih waktu sampai tanggal 5 Mei untuk membongkar kelas yang terkena,” terangnya.
BACA JUGA
Selama proses relokasi, kegiatan belajar mengajar siswa kelas IV, V, dan VI akan dipindahkan ke aula sekolah. Aula tersebut telah dilengkapi sekat fleksibel yang bisa digunakan sebagai pembatas ruang kelas sementara.
“Aulanya itu modelnya sudah tersekat-sekat tapi kadang kalau mau digunakan itu dibuka semua gitu, model itu sudah ada, sudah ada kayak semacam rolling di sana,” ujarnya.
Kontraktor juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa enam unit toilet sementara untuk menunjang aktivitas siswa selama masa transisi.
“Tugas kita adalah menyiapkan toilet utilitasnya selama proses relokasi itu lho di SD lama jadi kami akan membangun sekitar 6 toilet lah nanti toilet,” katanya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan lokasi baru untuk pembangunan SDN Nglarang di sisi utara ruas Tol Jogja-Solo, tepatnya di Padukuhan Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta, memastikan lahan tersebut merupakan opsi ketiga yang akhirnya disepakati setelah melalui berbagai pertimbangan.
“Kalau ini insyaallah sudah final. Dia akan ngambil yang ada di lokasi yang sebelah utara. Jadi sebelah utara ini dulu alternatif ketiga, dan insyaallah clear,” ungkapnya pada Senin (6/4/2026).
Lahan seluas 4.812 meter persegi itu berstatus Tanah Kas Desa (TKD) dan sebelumnya digunakan untuk pertanian. Lokasinya dinilai strategis karena tidak jauh dari sekolah lama dan mudah diakses masyarakat.
“Masih Tlogoadi. Enggak terlalu jauh malahan kalau dari yang lokasi lama,” tandasnya.
Pemilihan lahan mempertimbangkan aspek regulasi, penerimaan masyarakat, serta kemudahan akses. Selain itu, percepatan pembangunan juga menjadi pertimbangan utama.
“Jadi ya mempertimbangkan banyak aspek. Jadi satu tentu regulasi soal tanahnya dulu. Kemudian juga [lahan] ini sudah bisa diterima masyarakat, aksesnya dengan lingkungan juga masih mudah. Kemudian apa pun ini kan harus segera selesai juga. Jadi banyak pertimbangan,” ujarnya.
Dengan kondisi lahan yang belum rata, pembangunan nantinya membutuhkan proses pengurukan. Proyek pembangunan sekolah baru akan dibiayai oleh Jasa Marga dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar.
“Sekitar Rp3 miliar, tapi detailnya saya nanti cek lagi nggih. Karena kemarin angka tiga [miliar] itu kan awalnya berkurang banyak untuk uruk. Tapi kemudian diriset ulang masih memadai, cuman kalau nggak salah info terakhir itu musalanya yang harus nanti gotong royong, bareng-bareng,” tandasnya.
Pembangunan sekolah ditargetkan rampung pada 2026 dengan fasilitas meliputi ruang kelas, ruang guru, UKS, ruang TIK, dan toilet. Pemerintah daerah juga membuka peluang dukungan tambahan melalui APBD jika diperlukan.
“Sebetulnya kalau harapannya ya tahun ini clear. Harapannya gitu [selesai]. Ya nanti sesempurna apa yang mungkin bisa,” katanya.
Sementara itu, pelaksanaan pembangunan masih menunggu arahan resmi dari Pemkab Sleman, meskipun secara perizinan dan kesiapan lahan telah dinyatakan siap.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Lonjakan Wisata Lebaran di Jateng Tembus Jutaan, Wonosobo Ikut Naik
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- WFH ASN Bantul Dibatasi, Tidak Semua OPD Bisa Terapkan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- Ambil Gamelan, Dukuh Seloharjo Bantul Dipecat, Kini Gugat ke PTUN
Advertisement
Advertisement






