Advertisement
Empat Jemaah Haji Sleman Gagal Berangkat 2026, Ini Penyebabnya
Jemaah haji / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Sebanyak empat calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Keempatnya batal diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat kesehatan atau istithaah dalam pemeriksaan akhir menjelang keberangkatan.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kankemenag Sleman, Siti Bahronah, menjelaskan para jemaah tersebut tersebar di tiga kelompok terbang (kloter). Satu jemaah pada kloter 3, dua jemaah di kloter 4, dan satu jemaah di kloter 5 dipastikan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Advertisement
Seluruh jemaah yang batal berangkat diketahui merupakan kelompok lanjut usia (lansia), sehingga kondisi kesehatan menjadi faktor utama yang menentukan kelayakan keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan berlapis, mulai dari sebelum pelunasan biaya haji hingga pemeriksaan ulang di embarkasi.
“Pemeriksaan ini untuk memastikan jemaah benar-benar layak terbang dan mampu menjalankan ibadah haji secara optimal,” ujarnya.
BACA JUGA
Secara keseluruhan, jumlah jemaah dan petugas haji asal Sleman pada 2026 mencapai 1.540 orang, terdiri dari 1.508 jemaah dan sisanya petugas. Hingga saat ini, sebagian kloter telah diberangkatkan, sementara satu kloter terakhir atau kloter sapu jagad dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 dengan jumlah sekitar 100 jemaah.
Namun demikian, Siti memastikan empat jemaah yang tidak lolos syarat kesehatan tersebut tidak dapat dimasukkan ke kloter terakhir. Artinya, keberangkatan mereka harus ditunda hingga musim haji berikutnya setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.
Dari sisi usia, jemaah haji asal Sleman tahun ini cukup beragam. Jemaah termuda berusia 19 tahun, sedangkan yang tertua mencapai 97 tahun dan dilaporkan dalam kondisi sehat saat diberangkatkan.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa faktor kesehatan menjadi kunci utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan jemaah yang telah berangkat untuk menjaga kondisi tubuh di tengah padatnya aktivitas ibadah serta cuaca di Tanah Suci.
“Jemaah perlu mengatur pola makan, istirahat cukup, dan menjaga stamina agar ibadah berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, salah satu petugas haji asal Sleman, Minanur Rahman, menyebut kondisi cuaca di Madinah masih tergolong normal dan belum memasuki fase panas ekstrem.
Pemerintah menegaskan bahwa syarat kesehatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Jemaah yang belum memenuhi kriteria akan ditunda keberangkatannya demi keselamatan dan kelancaran ibadah di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Sleman Usulkan Proyek Infrastruktur 2026, Fokus Jalan dan Pasar
- Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 29 April 2026, Berangkat dari Tugu 05.05 WIB
- Jadwal KRL Solo-Jogja 29 April 2026 Lengkap Semua Stasiun
- Proyek Tol Jogja-Solo: Hindari Jalan Raya Cangkringan hingga 14 Mei
Advertisement
Advertisement






