Kemarau Panjang Belum Ganggu Produksi Padi Kulonprogo, Petani Diminta Tak Tunda Tanam
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO— DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui kelompok wanita tani (KWT). Kedua sektor tersebut dinilai dapat saling melengkapi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta mendukung ketahanan pangan.
Pengawasan DPRD tidak hanya dilakukan melalui pembahasan di kantor, tetapi juga dengan meninjau langsung kawasan industri Sentolo. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat dinamika dan perkembangan industri sekaligus mendengar masukan dari para pelaku usaha.
Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo, Lajiyo Yok Mulyono, mengatakan sinergi antara pelaku usaha dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo diperlukan untuk membangun iklim investasi yang sehat.
"Melalui fungsi pengawasan ini, kami ingin memastikan adanya koordinasi yang baik antara investor dan Pemda. Harapan kami, industri di Kulon Progo semakin maju dan yang terpenting dapat memberikan prioritas penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal Kulonprogo," ujar Lajiyo saat dihubungi, Selasa (20/10/2026).
DPRD Dorong Investasi Sentolo Serap Tenaga Kerja Lokal
Menurut Lajiyo, perkembangan kawasan industri Sentolo perlu mendapat perhatian agar keberadaan industri memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Koordinasi antara investor dan pemerintah daerah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga iklim investasi.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Sunarwan, menambahkan bahwa aspirasi dan kendala yang dihadapi investor perlu didengar secara langsung. Hal itu penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan iklim usaha di kawasan industri Sentolo.
"Kami ingin mendengar langsung aspirasi dari para pelaku industri. Stabilitas di kawasan industri ini sangat penting agar investor merasa aman dan nyaman, sehingga ke depan ada ruang ekspansi atau perluasan area pabrik yang bermuara pada peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal," ungkap Sunarwan.
Menurutnya, kondisi kawasan industri yang mendukung aktivitas usaha dapat membuka ruang bagi investor untuk mengembangkan bisnis. Perluasan area pabrik diharapkan bermuara pada peningkatan penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Kelompok Wanita Tani Dinilai Perkuat Ekonomi Masyarakat
Selain mengawal investasi, DPRD Kulonprogo turut menyoroti peran kelompok wanita tani dalam menopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Kelompok yang biasanya berada di tingkat padukuhan tersebut dinilai mampu memberikan dampak ekonomi meskipun nilainya tidak besar.
Lajiyo menilai KWT berpotensi menjadi penggerak ekonomi lokal apabila dikelola secara profesional dan mendapat dukungan masyarakat. Keberlanjutan kegiatan serta sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu juga dinilai penting.
"Kunci utamanya adalah pengelolaan yang baik, berkelanjutan, serta sinergi yang terus terjalin dengan OPD pengampu," jelasnya.
Sementara itu, Sunarwan menilai kegiatan KWT di Kulonprogo layak diteruskan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan tersebut dinilai menjadi aktivitas positif untuk menjaga kelestarian alam.
Dia mendorong kelompok wanita tani membangun komunikasi intensif dengan anggota DPRD Kulonprogo di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Komunikasi tersebut diharapkan dapat membantu mengawal berbagai program bantuan di bidang pertanian dan peternakan.
"DPRD berkomitmen penuh mendukung kegiatan masyarakat di sektor pertanian dan peternakan. Berbagai program bantuan dialokasikan untuk menumbuhkan perekonomian warga dan meningkatkan kesejahteraan," tambah Sunarwan.
Melalui pengawasan terhadap kawasan industri dan dukungan terhadap kelompok wanita tani, DPRD Kulonprogo menyoroti dua jalur penguatan ekonomi daerah, yakni pengembangan investasi yang diharapkan memperluas kesempatan kerja serta kegiatan pertanian masyarakat yang mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari dua arah. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu, 21 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu, 21 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
SIM Keliling Jogja Rabu 21 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Hasil Liga Champions PSG vs Barcelona berakhir 4-2. Vitinha mencetak gol krusial dalam drama enam gol yang mengantarkan PSG menang.