DPRD Sleman Minta EWS Merapi Dipastikan Berfungsi
DPRD Sleman meminta BPBD memastikan sirene EWS Merapi berfungsi serta mengecek jalur evakuasi dan kesiapan logistik pengungsian.
Foto ilustrasi luncuran material erupsi awan panas guguran berujung di sungai Gendol, sisi tenggara bunker Kaliadem, Cangkringan, Sleman. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN—Penambang pasir dan warga yang beraktivitas di sekitar sungai berhulu Gunung Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan. Hujan deras di kawasan puncak gunung berpotensi memicu aliran lahar hujan yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.
Imbauan tersebut disampaikan Pemerintah Kapanewon Cangkringan, Sleman. Panewu Cangkringan, Dewanto Tri Nugroho, mengatakan masyarakat setempat relatif telah memahami risiko lahar dingin, salah satunya berkat pengalaman menghadapi erupsi Merapi pada 2010.
"Kami bersama lintas sektor terus mengingatkan masyarakat supaya ketika memasuki musim hujan selalu waspada," ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Informasi Kebencanaan Diteruskan ke Masyarakat
Dewanto menjelaskan upaya sosialisasi dan peningkatan kesiapsiagaan dilakukan bersama sejumlah unsur lintas sektor. Di antaranya Polsek, Koramil, pemerintah kalurahan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Informasi dan peringatan dari BPBD Sleman, BPBD DIY, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta Taman Nasional Gunung Merapi juga diteruskan kepada masyarakat melalui jajaran kewilayahan.
Salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus adalah penambang pasir yang masih beraktivitas di sekitar aliran sungai. Mereka diminta terus memantau kondisi cuaca, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu Merapi.
Dewanto mengingatkan penambang agar menyiapkan langkah antisipasi sebelum terjadi peningkatan debit aliran sungai. Salah satunya dengan memastikan kendaraan berada dalam posisi siap sehingga dapat segera digunakan untuk meninggalkan lokasi ketika kondisi membahayakan.
Pencari Rumput hingga Operator Jeep Diminta Siaga
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh warga yang mencari rumput di sekitar jalur aliran sungai. Aktivitas tersebut berisiko apabila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi cuaca dan potensi aliran lahar hujan.
Selain itu, penyebaran informasi kebencanaan melibatkan komunitas penambang yang menggunakan alat komunikasi handy talky (HT), relawan kebencanaan, hingga pelaku wisata jeep.
Dewanto menilai relawan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat selama musim hujan. Komunikasi dengan lurah, relawan, serta komunitas wisata jeep juga terus dilakukan, terutama bagi operator yang menggunakan jalur Kali Kuning.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor diperlukan agar informasi mengenai potensi bahaya dapat diterima masyarakat dan ditindaklanjuti dengan langkah antisipasi di lapangan.
Pemerintah Kapanewon Cangkringan masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah kalurahan di wilayah Cangkringan dan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan upaya mitigasi berjalan optimal.
"Kami berharap mitigasi secara praktis bisa dilakukan langsung oleh masyarakat, termasuk penambang yang berada di sekitar aliran sungai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman meminta BPBD memastikan sirene EWS Merapi berfungsi serta mengecek jalur evakuasi dan kesiapan logistik pengungsian.
Puslabfor menyelidiki ledakan di Duri Kepa, Jakarta Barat, yang menyebabkan 12 orang terluka dan 10 rumah mengalami kerusakan.
DPUPKP Sleman membersihkan 65 titik saluran irigasi untuk mengantisipasi genangan dan banjir saat musim hujan 2026.
KA Pandawa rute Jogja-Semarang beroperasi 1 Desember 2026. Simak jadwal keberangkatan, stasiun pemberhentian, dan cara pesan tiket.
Profil Irjen Slamet Uliandi, perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994 yang berpengalaman di bidang reserse, siber, dan teknologi informasi.
Kemenhaj membuka seleksi Petugas Haji Daerah 2027 pada 5–10 November 2026. Simak syarat, jadwal tes CAT, dan link pendaftaran.