Rencana Pemberlakuan Satu Tiket masuk, Pokdarwis Kebun Teh Samigaluh Minta Sosialisasi

Ketua Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menapaki jalan setapak yang dibuat dari kayu di kebun teh Nglinggo, Selasa (24/4 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
17 Mei 2018 14:15 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengelola kebun teh di Desa Wisata Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, meminta Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo dan instansi terkait melakukan sosialisasi terkait dengan rencana pemberlakuan satu tiket masuk di Kebun Teh Nglinggo dan Kebun Teh Tritis,

Ketua Pengelola Desa Wisata Nglinggo, Teguh Kumoro, menyatakan bila rencana yang digagas Dispar memiliki kebaikan yang besar, pengelola tidak akan ditolak. Hanya saja pembagian retribusi dan cara pengelolaan harus dibahas dengan matang. "Pada prinsipnya kami mendukung, tetapi harus jelas dulu dan tidak ada yang ditutup-tutupi," kata Teguh Kumoro, sat dihubungi belum lama ini.

Wakil Ketua Pokdarwis Argobinangun, Dusun Tritis, Desa Ngargosari, Warih Triyanto, menyatakan hal serupa. Dirinya baru mendengar wacana penggabungan tiket masuk dua dusun berbeda desa itu. "Banyak tanah warga yang dipakai jadi objek wisata, jadi perlu sosialisasi dulu. Kami tidak menolak terutama jika upaya itu menguntungkan semua pengelola," katanya, Rabu (16/5/2018)

Menurutnya, opsi tersebut bisa dilaksanakan, namun harus dipelajari lebih lanjut karena pintu masuk wisata wilayah Nglinggo dan Tritis tidak hanya dari dua dusun tersebut. Menurutnya, kedua dusun tersebut juga dapat ditempuh melalui jalur Suroloyo yang berada di Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kulonprogo, Yudono, menyatakan jajarannya masih mengkaji rencana itu. "Rencana itu masih terus dikaji. Yang jelas di sana [Samigaluh] bakal ada pembangunan objek wisata baru," katanya.

Sebelumnya, Pemkab mewacanakan menggabungkan kawasan Kebun Teh Nglinggo dan Kebun Teh Tritis menjadi suatu kawasan terpadu. Selama ini, penarikan retribusi masuk kedua objek wisata itu masih dilakukan sendiri-sendiri.