Advertisement
Nelayan di Kulonprogo Ogah Melaut karena Gelombang Tinggi
Ilustrasi gelombang di pantai. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-Akibat tingginya gelombang di pantai selatan Jawa, nelayan Kulonprogo enggan melaut. Ombak yang mencapai ketinggian hampir empat meter itu dinilai terlalu berbahaya bagi nelayan.
Nelayan pantai Congot, Gandung mengaku dirinya tidak melaut sejak pertengahan Ramadan lalu. Hal tersebut terjadi lantaran ketinggian ombak sempat menyentuh lima meter di waktu pasang. Adapun laut pasang saat pagi hari dan petang hari itu membuat dirinya dan teman-temannya enggan melaut.
Advertisement
"Kalau ombak tinggi, terus terbalik di tepi pantai tidak apa-apa, kalau sudah di tengah laut terus terbalik kan bahaya," ungkap Gandung kepada Harianjogja.com, Sabtu (23/6/2018)
Ia mengaku satu kawasan nelayan yakni Congot dan Glagah seluruhnya tidak melaut hampir sebulan belakangan ini. Alasan lain yang menguatkan ialah hari puasa dan Lebaran. Mereka lebih memilih untuk tinggal di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
BACA JUGA
"Ke pantai cuma nengokin saja, tidak melaut, bahkan teman-teman tidak ke pantai sama-sekali," katanya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah V Pantai Glagah Aris Widiatmoko menyatakan, saat ini ombak di Kulonprogo dan sekitarnya dalam keadaan berbahaya untuk melaut. Begitu juga untuk wisatawan, saat ini status tepi pantai lebih berbahaya.
"Hari biasa aja kalau berenang di laut berbahaya, jadi saat ini lebih berbahaya," katanya.
Lebih lanjut ia menerangkan, saat ini sebagian nelayan tidak melalut. "Ada juga [nelayan] yang beralih profesi sementara untuk membantu istrinya mengelola usaha di tempat wisata Glagah karena wisatawan sedang banyak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polda Metro Jaya Panggil Pandji Pragiwaksono Terkait Lima Laporan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Penebusan Pupuk Subsidi di Gunungkidul Tak Capai Kuota 2025
- Anggaran Rp160 Juta Digelontorkan, Ini Titik Pemberian Pakan Monyet
- Nisfu Syakban 2026 Jatuh 3 Februari, Malam Pengampunan dan Amalan
- BPBD Sleman: Lima EWS Rusak, Satu Hilang di Wilayah Rawan Bencana
- Kehidupan Air Purba Hadir di Taman Pintar, Target 750 Ribu Pengunjung
Advertisement
Advertisement



