Jalur Trans Jogja Terbaru, Cek Tarifnya di Sini
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Partai Perindo. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak delapan calon anggota legislatif dari Perindo DIY mencabut berkas pendaftaran. Kasus tersebut buntut dari larangan mendukung Joko Widodo dalam pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.
Mantan Ketua DPW Pemuda Perindo RM Jeferson Lanang Haryo Prakosa mengatakan penarikan berkas pencalegan tersebut dilakukan setelah puluhan pengurus Pemuda Partai Perindo DIY menyatakan keluar dari sayap partai tersebut.
"Kami tidak melanjutkan proses pendaftaran calon legislatif dan kami menyatakan keluar dari Pemuda Perindo maupun Partai Perindo,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/7/2018).
Sebelumnya, aksi keluarnya pengurus DPW dan DPD Pemuda Perindo tersebut ditandai dengan penurunan papan nama kantor Pemuda Perindo pada Minggu (9/7/2018).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk merespon dari perjalanan Perindo maupun sayap partai selama ini. Puncaknya, terjadi saat penjaringan bacaleg Perindo DIY di mana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Perindo DIY meminta untuk tidak memilih Jokowi saat Pilpres nanti.
Menurutnya, arahan dari Bapilu tersebut berbeda dengan hasil Rapimnas pada Maret lalu. Dia juga menyoroti kinerja DPW Perindo DIY selama ini yang dinilai tidak baik.
"Kami tetap istiqomah dengan umarok [pemimpin saat ini yaitu pak Jokowi]. Semua eks pengurus Pemuda Perindo tetap mendukung pak Jokowi harga mati," katanya.
Dia juga menyayangkan tidak diakuinya keberadaan Sayap Pemuda Perindo. Padahal seluruh pengurus Pemuda Perindo dilantik sendiri oleh Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi. Dia juga memiliki bukti foto saat pelantikan. "Di tingkat DPW Pemuda Perindo DIY ada 23 pengurus dan di tiap DPD kabupaten dan kota ada 15 pengurus," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi mempersilakan jika ada sejumlah kader muda dari Pemuda Perindo mengundurkan diri. Alasannya, hal itu merupakan pilihan politik setiap anggota. "Itu tidak akan berpengaruh pada Partai Perindo di DIY," katanya.
Dia mengklaim, kepengurusan sayap partai Perindo belum pernah terbentuk. Begitu juga dengan proses pencalegan yang dinilai tidak ada masalah. "Kami sudah mendaftarkan diri ke KPU. Perindo tetap solid,” tegasnya.
Terkait dengan pernyataan salah seorang anggota Bapilu yang mengajak tidak memilih Jokowi dalam Pilpres, Nanang meminta untuk membuktikannya. “Di Rapimnas kemarin kami mendukung Jokowi,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengaku hingga saat ini belum ada partai politik manapun yang mengajukan berkas pencalonan. Dia memprediksi, partai baru akan mengajukan berkas pencalegan pada tiga hari sebelum batas waktu penyerahan berkas tanggal 17 Juli ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Jogja International Kite Festival 2026 di Pantai Parangkusumo diikuti 17 negara, naik dari enam negara pada tahun lalu.
Kemnaker menggelar seleksi wawancara Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 pada 10-15 Juli 2026. Hasil seleksi diumumkan 16 Juli melalui Skillhub.
Pilur serentak di 30 kalurahan Bantul memasuki tahap pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran bakal calon lurah dijadwalkan 23 Juli–4 Agustus 2026.
KPK akan menyupervisi penanganan kasus Febrie Adriansyah. DPR membentuk Panja untuk mengawasi proses penyidikan bersama Kejagung dan Polri.
Program B50 dinilai mampu menggerakkan ekonomi dan menekan impor BBM, namun pemerintah diminta menjaga pasokan CPO agar inflasi terkendali.