Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Partai Perindo. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak delapan calon anggota legislatif dari Perindo DIY mencabut berkas pendaftaran. Kasus tersebut buntut dari larangan mendukung Joko Widodo dalam pada Pemilihan Presiden 2019 nanti.
Mantan Ketua DPW Pemuda Perindo RM Jeferson Lanang Haryo Prakosa mengatakan penarikan berkas pencalegan tersebut dilakukan setelah puluhan pengurus Pemuda Partai Perindo DIY menyatakan keluar dari sayap partai tersebut.
"Kami tidak melanjutkan proses pendaftaran calon legislatif dan kami menyatakan keluar dari Pemuda Perindo maupun Partai Perindo,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (11/7/2018).
Sebelumnya, aksi keluarnya pengurus DPW dan DPD Pemuda Perindo tersebut ditandai dengan penurunan papan nama kantor Pemuda Perindo pada Minggu (9/7/2018).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk merespon dari perjalanan Perindo maupun sayap partai selama ini. Puncaknya, terjadi saat penjaringan bacaleg Perindo DIY di mana Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Perindo DIY meminta untuk tidak memilih Jokowi saat Pilpres nanti.
Menurutnya, arahan dari Bapilu tersebut berbeda dengan hasil Rapimnas pada Maret lalu. Dia juga menyoroti kinerja DPW Perindo DIY selama ini yang dinilai tidak baik.
"Kami tetap istiqomah dengan umarok [pemimpin saat ini yaitu pak Jokowi]. Semua eks pengurus Pemuda Perindo tetap mendukung pak Jokowi harga mati," katanya.
Dia juga menyayangkan tidak diakuinya keberadaan Sayap Pemuda Perindo. Padahal seluruh pengurus Pemuda Perindo dilantik sendiri oleh Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi. Dia juga memiliki bukti foto saat pelantikan. "Di tingkat DPW Pemuda Perindo DIY ada 23 pengurus dan di tiap DPD kabupaten dan kota ada 15 pengurus," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPW Perindo DIY Nanang Sri Roekmadi mempersilakan jika ada sejumlah kader muda dari Pemuda Perindo mengundurkan diri. Alasannya, hal itu merupakan pilihan politik setiap anggota. "Itu tidak akan berpengaruh pada Partai Perindo di DIY," katanya.
Dia mengklaim, kepengurusan sayap partai Perindo belum pernah terbentuk. Begitu juga dengan proses pencalegan yang dinilai tidak ada masalah. "Kami sudah mendaftarkan diri ke KPU. Perindo tetap solid,” tegasnya.
Terkait dengan pernyataan salah seorang anggota Bapilu yang mengajak tidak memilih Jokowi dalam Pilpres, Nanang meminta untuk membuktikannya. “Di Rapimnas kemarin kami mendukung Jokowi,” katanya.
Terpisah, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengaku hingga saat ini belum ada partai politik manapun yang mengajukan berkas pencalonan. Dia memprediksi, partai baru akan mengajukan berkas pencalegan pada tiga hari sebelum batas waktu penyerahan berkas tanggal 17 Juli ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
WNA Tiongkok KW diamankan Imigrasi Kulonprogo setelah kedapatan mencuri kartu kredit penumpang di pesawat Citilink dari YIA.
BNI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.