200 Delegasi dari 80 Negara Datangi Jogja, Ada Apa?

Ilustrasi seminar pemberdayaan perempuan. - Harian Jogja
13 Juli 2018 17:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah The 35th General Assembly International Council of Women (ICW-CIF), sedangkan DIY dipilih sebagai tempat diselenggarakannya acara ini. Rencananya Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan membuka pertemuan yang bertema Transforming Society Through Women Empowerment itu.

Rangkaian General Assembly ICW-CIF akan dimulai pada 12 September mendatang dengan penyelenggaraan temu nasional yang bertajuk 90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia Menjadi Ibu Bangsa Sejati dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Jaya. Acara temu nasional ini akan dihadiri 1.000 perwakilan organisasi perempuan yang tergabung di Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan organisasi perempuan lainnya.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Kowani Uli Silalahi mengatakan dengan moto Kowani Berdaya–Perempuan Berkarya–Negara Jaya, Kowani akan membahas soal perjuangan perempuan Indonesia dari awal pergerakan mengisi kemerdekaan hingga waktu yang akan datang dan juga bagaimana perempuan indonesia menjadikan dirinya sebagai Ibu Bangsa yang sejati serta bagaimana peran pentingnya dalam mewujudkan Indonesia Jaya.

Setelah temu nasional, keesokan harinya (13/9), akan digelar General Assembly ICW-CIF hingga 18 September. Kegiatan yang diadakan di Hotel Grand Inna Malioboro itu akan dihadiri 200 delegasi dari 80 negara, 1.000 perwakilan organisasi perempuan Indonesia, duta besar dan beberapa menteri.

Beberapa tokoh yang akan menjadi pembicara kunci pada acara tersebut salah satunya adalah Menteri BUMN Rini Soemarmo. Sementara Deputi Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah dan Presiden Singapura Halimah Yacob masih dalam konfirmasi. Dalam rangkaian General Assembly ICW-CIF juga akan ada pemilihan Presiden ICW yang baru mengantikan Jung Sook Kim.

Acara tersebut, kata Uli, juga akan membahas tentang isu perdamaian, perdagangan perempuan dan perang di beberapa kawasan, yang korbannya paling banyak adalah wanita. "Itu juga bagian dari pemberdayaan yang merupakan misi dari ICW,” kata dia saat jumpa pers di kompleks Kepatihan, Jumat (13/7).

Sekretaris Jenderal Kowani Titien Pamudjie mengatakan terpilihnya Indonesia merupakan kehormatan. DIY sengaja ditunjuk jadi kota tempat terselenggaranya acara dikarenakan oleh keistimewaan DIY. "Pemilihan DIY didasari salah satunya untuk mengenang tempat kongres I [saat masa penjajahan]. Di samping itu banyaknya destinasi wisata di DIY yang dapat menarik para wisatawan mancanegara untuk lebih mengenal daerah ini," kata Titien.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia