Permudah Rekomendasi Izin Menara, Diskominfo Luncurkan Program Sikomen

Kepala Bidang Infrastuktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi Diskominfo Sleman, Budi Santoso, saat menjelaskan tentang program Sistem Informasi Rekomendasi Menara (Sikomen) di stan Diskominfo dalam gelaran Pameran Potensi Daerah (PPD) 2018, Kamis (12/7/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
13 Juli 2018 15:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman meluncurkan program Sistem Informasi Rekomendasi Menara (Sikomen) untuk mempermudah pelayanan rekomendasi bagi provider dalam mengurus izin menara telekomunikasi.

Kepala Bidang Infrastuktur Teknologi Informasi dan Pengendalian Telekomunikasi Diskominfo Sleman, Budi Santoso, mengatakan masih banyak menara milik sejumlah provider di Sleman yang izinnya tidak diperpanjang. "Ada sekitar 140 menara saat ini yang izinnya belum diperpanjang," katanya kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Menurut Budi di Sleman saat ini tercatat sudah ada 442 menara dari semua provider. Tiap tahunnya Diskominfo menerima 40 sampai 50 rekomendasi izin dari provider. "Setelah dilakukan evaluasi hanya ada 24 sampai 30 yang direkomendasikan dibangun tiap tahunnya," kata Budi. Setelah mendapatkan rekomendasi, untuk proses perizinan provider mengajukannya ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Sleman.

Untuk mempermudah pelayanan rekomendasi izin menara, Diskominfo meluncurkan program Sikomen. "Program ini sebenarnya tindak lanjut dari Perda No.7/2015 tentang Pengendalian Menara Telekomunikasi yang sudah ada," katanya.

Dengan program tersebut, pengguna dapat melihat persebaran menara di wilayah Sleman serta peta zonasi secara online. Selain itu provider juga bisa mengetahui proses penerbitan rekomendasi menara secara online.

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan dengan banyaknya provider yang belum memperpanjang izin Pemkab mempermudah pelayanan izin melalui Sikomen. "Masyarakat bisa melihat mana yang sudah mempunyai izin mana yang belum, kami juga memberi kemudahan kepada provider karena kalau tidak ada menara, ya masyarakat juga akan susah," ujarnya.

Sikomen diluncurkan berbarengan dengan dua program lainnya yaitu e-retribusi dan Sistem Informasi Manajemen Kearsipan Daerah (Simarda) pada gelaran Pameran Potensi Daerah (PPD) 2018. "Dari program ini diharap akan mewujudkan Sleman Smart Regency di 2021," kata Sri Purnomo.