Seluruh Rumah Warga Penolak Bandara Kini Telah Dirobohkan

Suasana pengosongan di salah satu rumah warga penolak di Dusun Sidorejo, Glagah, Kamis (19/7/2018). - Harian Jogja - Uli Febriarni
20 Juli 2018 21:00 WIB Newswire Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebanyak 33 rumah warga yang menolak pembangunan bandara di Kulonprogo telah diratakan seluruhnya oleh alat berat.

PT Angkasa Pura I menyelesaikan pembongkaran 33 unit rumah yang dihuni 36 kepala keluarga penolak proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo.

Juru Bicara Proyek NYIA Kolonel Pnb. Agus Pandu Purnama mengatakan pembersihan lahan merupakan lanjutan dari total 587,3 hektare.

"Hari ini sudah 100 persen pembersihan lahan, ditandai dengan pengosongan 33 rumah yang dihuni 36 KK," kata Agus, Jumat (20/7/2018).

Ia mengatakan pembersihan 33 rumah ini merupakan lanjutan dari pembersihan 518 unit rumah. Artinya, AP I sudah 100% melakukan pengosongan lahan. Sehingga, AP I melalui kontraktor PP akan melalukan tahap kontruksi.

"Hari ini kami sudah melakukan rapat terakhir pemantapan tahapan kontruksi. Artinya, mulai besok pagi, kami sudah bisa memulai melakukan tahap kontruksi," katanya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek Bandara Internasional Yogyakarta Sujiastono mengatakan pembersihan lahan terhadap 33 unit rumah warga yang tinggal di kawasan izin penetapan lokasi (IPL) bandara sudah selesai semua.

"Pembersihan lahan berjalan lancar, tidak ada halangan apapun. Kami akan melanjutkan ke tahap kontruksi. Waktu tidak bisa mundur, dan kami harus mengejar target, April 2019 sudah beroperasi. Kami akan mengejarkan tahap kontruksi secara paralel," klaim Sujiastono.

Ia menargetkan runway bandara selesai 100% , taxyway 100%, terminal 50% dan appron 50% sehingga bandara baru bisa beroperasi April 2019.

"Penyelesaian terminal 30 sampai 50 persen dan appron 30 persen hingga 50 persen sudah lebih besar dengan kondisi Bandara Adisutjipto," katanya.

Sumber : Antara