Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Suasana Pantai Baron, Tanjungsari, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pengembangan wisata malam di Gunungkidul bisa berdampak pada lama tinggal wisatawan. Peran serta pengelola wisata perlu ditingkatkan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan saat ini wisata malam yang juga menjadi agenda tahunan di Gunungkidul adalah Geopark Night Specta. Acara tersebut sudah menginjak tahun ke tiga.
Mencontoh dari acara tersebut dia berharap masyarakat khususnya yang menjadi pelaku wisata juga bisa membuat kreasi dan inovasi serupa.
"Wisata malam hari di beberapa destinasi bisa sangat dimungkinkan, bisa dengan mengangkat budaya lokal atau kreasi kekinian yang bisa menarik wisatawan berkunjung," kata dia, Minggu (19/8/2018).
Meski Dispar Gunungkidul belum melakukan penelitian tentang korelasi wisata malam dengan lama tinggal wistawan, tapi jika dilakukan secara masif dan keberlanjutan disertai dengan adanya penambahan fasilitas penginapan, dia yakin akan berdampak pada lama tinggal.
"Saat ini lama tinggal wisatawan di Gunungkidul sekitar 1,42 hari, bukan tidak mungkin jika ada wisata malam yang tentunya berkonteks positif maka bisa menambah masa tinggal," kata dia.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Harry Sukmono menambahkan untuk menunjanh pengembangan wisata malam ini yang masih perlu didorong adalah bagaimana menambah kuantitas dan kualitas penginapan serta atraksi yang disajikan kepada para wisatawan.
Dia mengakui terkait lama tinggal wisatawan memang masih jadi pekerjaan rumah. "Saat ini kami terus berupaya mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas tempat penginapan dan juga event-event wisata," ujar Hary.
Hary masih ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, yakni jika ingin lama tinggal wisatawan lebih lama perlu ada penyajian hiburan malam yang menarik, dan saat ini belum ada. Selain itu akomodasi juga harus dipikirkan dan menjadi kewajiban semua elemen untuk mendukung itu.
Sementara itu bagian pemasaran wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Heru Purwanto mengatakan saat ini yang masih menjadi daya tarik yaitu Sunset dan Sunrise dan juga camping.
Untuk meningkatkan lama tinggal dan menarget wisatawan milineal sendiri, Heru mengatakan pihaknya menawarkan paket-paket. “Kami target untuk sekolah-sekolah untuk lama tinggal dan juga menjaring wisatawan milineal dengan paket kegiatan yang kami tawarkan,” ujar Heru.
Ketua Pokdarwis Sri Getuk, Sumarjuni juga mengungkapkan hal serupa. Pihaknya saat ini tengah mengembangkan wisata camping malam hari. Selain itu pengoptimalan kualitas homestay juga sedang dilakukan. "Langkah ini sebagai cara kami membuat betah wisatawan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.