Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Tugu Jogja. /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA-Proses pembangunan yang tidak memperhatikan warisan cagar budaya bisa menjadi ancaman. Penataan ruang dan wilayah diharapkan benar-benar memperhatikan persoalan tersebut.
Kepala Sub Direktorat Warisan Budaya Benda Dunia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Yunus Arbi mengatakan, kerusakan cagar budaya tidak hanya terjadi akibat faktor alam seperti gempa, pelapukan, ataupun letusan gunung berapi. "Proses pembangunan yang tidak memerhatikan masalah warisan dan cagar budaya juga menjadi salah satu ancaman," kata Arbi, Minggu (9/9/2018).
Indonesia, kata Arbi, mengonvensi perlindungan warisan budaya yang diatur UNESCO dalam Konvensi tentang Perlindungan Budaya Dunia dan Warisan Alam (Convention Concerning the Protection of the World Cultural and Natural Heritage) pada 1972. UNESCO juga telah mengingatkan agar masyarakat di seluruh dunia memahami pentingnya warisan budaya dan menyadari kerentanannya.
Pemerintah telah berupaya melestarikan cagar budaya salah satunya dengan pendaftaran cagar budaya. Selain itu, pemerintah juga menetapkan sejumlah kawasan strategis di mana salah satu tujuannya melindungi warisan dan cagar budaya seperti kawasan strategis Candi Borobudur.
"Kalau yang ditetapkan sebagai warisan budaya itu sudah menjadi milik masyarakat dunia sehingga perlu dilestarikan bersama," kata Arbi.
Saat ini sudah ada 113 cagar budaya level nasional yang ditetapkan. Untuk melestarikannya, Kemendikbud mengajak generasi milenial dalam program World Heritage Camp Indonesia (WHCI). WHCI digelar sebagai salah satu program pendidikan bagi generasi muda untuk mengenal budaya. Pembelajaran tersebut sangat penting karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menjadi bagian dari pengambil kebijakan.
“Kami berharap peserta WHCI bisa menularkan nilai-nilai kebudayaan kepada teman sebaya. Selain itu bisa mengembangkan komunitas-komunitas budaya," katanya.
Sabtu (8/9/2018) sebanyak 45 pelajar dan mahasiswa dari negara-negara anggota ASEAN belajar membuat wayang suket di Rumah Kecebong. Peserta juga didorong untuk memelihara kebudayaan bangsa secara holistik. "Soalnya sering terjadi kesenjangan antara generasi milenal dengan generasi-generasi sebelumnya dalam mempelajari atau memahami kebudayaan," kata Argo Twikromo, Tim Ahli Warisan Budaya Tak Benda Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.
Oleh karenanya, lanjut Argo, butuh strategi yang tepat untuk mengajarkan kebudayaan secara holistik pada generasi milenial. Beragam makna kebudayaan perlu diajarkan secara kontekstual sesuai kondisi jaman.
“Warisan kebudayaan yang diajarkan kepada generasi muda bisa diterapkan sesuai perkembangan dan konteks kekinian agar tidak memunculkan kesenjangan,” usulnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
FIFA membahas kemungkinan dana tambahan untuk 211 asosiasi anggota. UEFA dan Concacaf mengusulkan minimal US$10 juta per anggota.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.