PEMILU 2019: Butuh 15.661 Kotak Suara, KPU Bantul Baru Terima 700 Buah

Ilustrasi. - JIBI/Nicolous Irawan
07 November 2018 14:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menerima jatah terakhir distribusi logistik untuk persiapan pemilu pada April 2019 mendatang. Dari empat kabupaten se-Jogja, Bantul menjadi satu-satunya kabupaten yang kebutuhan logistiknya belum terpenuhi secara maksimal.

Sejauh ini KPU Bantul baru menerima 700 kotak suara, padahal kotak suara yang diperlukan KPU Bantul adalah 15.661 kotak suara.

Seperti diketahui, bilik suara untuk Pemilu 2019 terbagi dalam dua jenis, yakni kotak suara dari bahan alumunium dan dari kertas karton. Bilik suara dari bahan karton berjumlah 4.732 unit dan kotak suara alumunium 7.000 unit.

Adapun setiap tempat pemungutan suara (TPS), rerata memerlukan lima buah kotak surat suara. Sementara itu di Bantul ada 3.040 TPS. “Artinya, KPU Bantul memerlukan lebih dari 15.000 kotak suara,” kata Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho, Rabu (7/11/2018).

Dibanding kabupaten lain di Jogja, kata Didik, Bantul memang mendapat jatah distribusi logistik paling akhir. Meski begitu, dia mengaku masih banyak kekurangan logistik. “Kalau dilihat dari jadwalnya KPU Bantul mendapat pembagian logistik terakhir, untuk kekurangan berbagai keperluan logistik akan dikirim dalam minggu-minggu ini,” kata dia.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, setiap KPU, kata dia memiliki kewenangan yang berbeda-beda. KPU Pusat berwenang atas surat suara, bilik suara, kotak suara, tinta, segel, dan hologram; KPU Provinsi berwenang untuk pengadaan logistik seperti formulir dan sampul; sedangkan KPU kabupaten/kota berwenang mengadakan kelengkapan di TPS seperti bantalan dan alat pencoblosan. “Selain itu kami [KPU Bantul] juga harus menyiapkan alat tulis di untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) serta stiker kotak suara,” kata dia.