Polres Bantul Ringkus Pembobol ATM Lintas Provinsi

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Rudy Prabowo (dua dari kiri) menunjukan tersangka dan barang bukti pembobolan dana nasabah bank di Polres Bantul, Jumat (7/12/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
07 Desember 2018 21:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Kepolisian Resor Bantul meringkus dua tersangka pembobolan dana nasabah bank melalui mesin anjungan tunai mandiri atau ATM. Tersangka dengan bermodal tusuk gigi dan kartu ATM dapat menggasak jutaan rupiah.

Dua tersangka warga Lampung itu adalah Mulhat Eriawan, 30, dan Agus Setiawan, 23. Keduanya diduga merupakan spesialis pemboolan ATM lintas provinsi. "Sudah kami kembangkan kejadian pencurian dan pemeratan yang dilakukan tersangka ini tidak hanya di Bantul, tapi ada juga di wilayah lain, seperti Cirebon, Pekalongan, dan Solo," kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Rudy Prabowo, dalam jumpa pers di Polres Bantul, Jumat (7/12/2018).

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap lokasi lain dan menangkap para tersangka lainnya. Rudy mengatakan ada empat orang dalam kasus pembobolan ATM tersebut. Namun baru dua orang tertangkap. Sementara dua orang lagi, salah satunya warga Surabaya masih dalam pengejaran.

Tertangkapnya dua tersangka, kata Rudi, berdasarkan laporan pembobolan dana nasabah bank melalui mesin ATM di Jalan Imogiri Barat, Sewon pada 30 November lalu. Saat itu korban Warsidi, warga Tamanan, Banguntapan, hendak melakukan transaksi di ATM, sekitar pukul 09.30 WIB. Namun mesin ATM tidak bisa memproses transaksi.

Tidak lama datang tersangka dengan maksud ingin membantu persoalan yang dihadapi korban. Saat membantu itulah kartu ATM milik koran ditukar dengan kartu ATM milik tersangka yang sudah disiapkan. Setelah kartu ATM ditukar tersangka meminta korban memasukkan kata sandi ATM.

Kemudian tersangka menyarankan korban lapor pihak bank, "Korban tidak menyadari bahwa kartu ATM sudah ditukar kemudian tersangka menghapal kata sandi yang pencet korban di mesin ATM," papar Rudy. Korban baru menyadari menjadi korban penipuan setelah tersangka pergi.

Setelah korban mengecek saldo melalui bank, uang yang ada di rekening sudah terambil Rp14,5 juta. Aksi serupa yang dilakukan tersangka juga dilakukan di beberapa mesin ATM dengan korban secara acak. Tersangka hanya bermodal kartu ATM kosong dan tusuk gigi.

Saat melakukan aksinya tersangka berpura-pura transaksi, kemudian setelah selesai akan memasang tusuk gigi di mulut mesin ATM setelah menemukan sasaran korban. Usai korban masuk dan tidak bisa memproses transaksi, tersangka masuk menawarkan bantuan. Saat berpura-pura memberi bantuan tersebut tersangka menukar kartu ATM.

Lebih lanjut Rudy mengatakan dalam setahun ini total ada tiga kasus pembobolan dana melalui ATM. Namnu dua kasus yang terungkap sebelumnya modus pencuriannya tidak melibatkan koran, namun melalui kartu ATM milik tersangka. Saat transaksi pengambilan uang diproses, tersangka memasukan penjepit lewat lubang tempat keluar uang, kemudian membatalkan transaksi.

Ketika transaksi dibatalkan namun uang sudah terjepit dengan alat kawat dan penjepit sehingga uang bisa keluar. Sementara modus pembobolan ATM yang terungkap terakhir ini dengan mengelabuhi korban nasabah bank.

Sementara itu, Mulhat Eriawan dan Agus Setiawan sudah mengakui perbuatannya. Namun keduanya berdalih baru melakukan tiga kali pencurian uang nasabah bank melalui ATM, meski polisi menduga lebih dari tiga kali. Keduanya juga mengaku hanya diajak oleh temannya yang kini masih DPO polisi.

"Saya hanya diajak dan diajari caranya sama teman," ucap Mulhat yang diamini Agus.

Mulhat mengklaim terpaksa mencuri untuk membiayai satu anak dan istrinya. "Pekerjaan saya serabutan, terkadang sopir, terkadang kuli bangunan. Tidak cukup," ujarnya.