2019, 770 Rumah Tak layak Huni di Sleman Bakal Diperbaiki

foto ilustrasi (JIBI - Solopos)
07 Desember 2018 21:15 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menargetkan sebanyak 770 rumah tidak layak huni (RTLH) bakal diperbaiki pada 2019. Perbaikan tersebut sebagai upaya dari Pemkab Sleman dalam menurunkan jumlah RTLH secara keseluruhan yang mencapai 4.299.

Kepala Seksi Perumahan Swadaya DPUPKP Sleman, Suwarsono, mengatakan pada 2019 target RTLH yang akan diperbaiki berkurang jumlahnya dibanding 2018. Untuk tahun ini jumlah RTLH yang diperbaiki sebanyak 830 unit, dan pada 2019 turun menjadi 770 unit.

Berdasarkan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun ini di Sleman terdapat 4.299 RTLH. "Total anggaran yang dikucurkan Rp11,9 miliar berasal dari APBD Sleman dan dana alokasi khusus [DAK]," ujar Suwarsono, Jumat (7/12/2018).

Menurut Suwarsana, setiap penerima bantuan mendapat Rp15 juta. Ia mengatakan karena program bersifat swadaya, maka jumlah tersebut bisa ditambah dari pihak lain. Nantinya perbaikan juga dilakukan secara swadaya.

Untuk 2019 jumlah RTLH yang bersumber dari APBD berjumlah 600 RTLH, sedangkan dari DAK sebanyak 170 RTLH. Suwarsono mengatakan bantuan dana perbaikan RTLH dapat dimaksimalkan oleh penerima untuk memenuhi standar rumah layak huni. "Bisa untuk memperbaiki struktur bangunan. Hal ini penting karena di Sleman masih banyak rumah yang tidak ada kolomnya. Selain itu, faktor kesehatan rumah juga perlu diperbaiki," kata Suwarsono.

Kepala Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Reno Candra Sangaji, mengatakan selain dari program DPUPKP Sleman, Pemdes Condongcatur juga melaksanakan program perbaikan RTLH. "Dari APBDes setiap tahun kami menganggarkan sembilan paket perbaikan RTLH, masing-masing RTLH mendapat bantuan Rp14,3 juta," ujar Reno, Jumat.