Advertisement
Masalah Manula Telantar Masih Nomor 1 di Gunungkidul
Kegiatan bakti sosial oleh Polda DIY di Desa Getas, Kecamatan Playen, Jumat (4/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Permasalahan lanjut usia telantar masih menempati posisi tertinggi dalam Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Gunungkidul. Berbagai upayapun dilakukan untuk membantu masalah tersebut.
Kepala bidang rehabilitasi sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Sulistyo Hadi mengungkapkan berdasarkan data yang ada di 2017, dari 38.253 PMKS, 18.420 diantaranya merupakan lansia telantar. “Untuk di 2018 belum direkap seluruhnya, namun saya rasa tidak juah berbeda,” kata Sulis, Jumat (4/1/2019).
Advertisement
Dikatakannya penyebab banyak lansia telantar sendiri menurut Sulis dikarenakan dari kepedulian anggota keluarga yang kurang menjadi penyebabnya.
Selain itu menurut Sulis yang menjadi kendala penuntasan masalah PMKS ini dikarenakan terbatasnya anggaran yang ada. Pada tahun ini sendiri untuk APBD Kabupaten dianggarkan Rp141 juta untuk masalah lansia telantar dan disabilitas.
Sementara untuk anggaran dari pusat diusulkan bantuan untuk 240 lansia non potensial. “Nantinya akan mendapat Rp200.000/bulan, namun hal itu juga melihat kebijakan dari pusat. Bisa saja Cuma berjalan 10 bulan,” ujarnya.
Dikatakannya perlu sinergitas antara Dinsos dan lembaga lainnya di bawah Kementrian Sosial (Kemensos) atau lembaga terkait lainnya. Terpenting menurut Sulis untuk penanganan masalah lansia telantar ini peran keluarga terdekat.
Terpisah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Ahmad Dofiri dalam kunjungannya ke Desa Getas, Kecamatan Playen melakukan kegiatan bakti sosial yang ditujukan utamanya untuk membantu lansia.
“Anggota polisi kerjanya bukan hanya menangkap maling, menilang sepeda motor dijalan, dan lain-lain, tetapi juga dalam hal-hal khusus seperti ini mereka juga berbagi untuk memberikan pengobatan, sedikit santunan yang juga ditopang oleh teman-teman yang lain,” ujarnya.
Ia mengungkapkan perlu bahu-membahu untuk membantu masyarakat. Kegiatan sosial ini juga dikatakannya rutin yang diinisiasi oleh anggota Polri, Brigadir Nur Ali Suwandi dengan menggandeng komunitas yang ada, di mana setiap Jumat mendatangi orang tua Jompo di tempat-tempat terpencil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hore! Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Cair Februari-Maret 2026
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Disbud Sleman Gandeng Pemilik Cagar Budaya untuk Perawatan Bangunan
- Jadwal SIM Keliling Kota Jogja 3 Februari 2026
- Jadwal DAMRI Bandara YIA ke Kota Jogja 3 Februari 2026, Tarif Rp80.000
- Kunjungan Wisata Bantul Januari 2026 Turun, PAD Baru 7,7 Persen
- SIM Keliling Kulonprogo Rabu 3 Februari 2026 di PJR Temon
Advertisement
Advertisement



