Gegara Dana Kampanye Tak Ada, Tiga Parpol Ini Diselidiki Bawaslu

Ilustrasi Pemilu 2019 - JIBI
09 Januari 2019 15:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dokumen Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) milik tiga partai politik (parpol) peserta pemilu 2019 yang di dalamnya tidak tercantum adanya sumbangan masuk kian disoroti oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul.

Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mengatakan akan mengklarifikasi ulang hal tersebut kepada tiga parpol yang bersangkutan. Dia mengatakan ketiga parpol yang dana sumbangannya nol rupiah tersebut masing-masing adalah Partai Hanura, Garuda, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

"Istilahnya kami kepo saja. Apakah belum ada kegiatan kampanye? Apakah betul belum ada sumbangan? Karena tahapan kampanye sudah masuk," kata Harlina saat ditemui di Kantor Bawaslu Bantul, Selasa (8/1/2018).

Tindakan itu, menurut dia, merupakan bagian dari tugas Bawaslu. Sejauh ini dalam proses pengawasan kegiatan kampanye pihaknya menemukan sebagian besar partai politik berikut calon legislatif sudah berkampanye.

Bentuk kampanye melalui sosialisasi langsung dan melalui alat peraga kampanye. Kegiatan kampanye ada yang dilaporkan kepada polisi, ada juga yang tidak dilaporkan.

Dalam setiap kegiatan kampanye, kata Harlina, ketika ada biaya meskipun hanya bentuk konsumsi harus dilaporkan. Walaupun konsumsi itu disediakan calon legislatif maupun simpatisan.

Demikian pemasangan alat peraga kampanye mandiri dalam berapapun jumlahnya perlu masuk dalam laporan sumbangan dana kampanye. "Maka kami butuh klarifikasi ke parpol yang bersangkutan. Hasil klarifikasi nanti akan kami sandingkan dengan hasil temuan Bawaslu di lapangan," ujar Harlina.

Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Bantul, Warsita mengatakan dari semua calon anggota legislatif (caleg) sebanyak 10 orang yang mencalonkan diri melalui Hanura di Bantul belum melaksanakan kampanye. Mereka, kata dia, sejauh ini hanya ikut nimbrung di acara-acara warga, “Termasuk saya sendiri, bahkan sejauh ini kami juga belum memasang alat peraga kampanye. Jangankan alat peraga kami sendiri, alat peraga yang difasilitasi KPU Bantul saja belum dipasang, masih utuh tersimpah di gudang,” ujar dia.

Dia mengaku partainya memang sedikit terhambat akibat persoalan internal di pucuk pimpinan yang belum terselesaikan sehingga berimbas ke daerah-daerah, hingga mengganggu proses persiapan pemilu. Caleg DPRD Bantul Dapil Piyungan-Banguntapan ini mengaku baru bulan ini partainya menata kembali struktur organisasi guna persiapan Pemilu 2019.

Senada, Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Garuda DIY, Kohar Pahlavi mengaku selama ini partai maupun caleg memang belum maksimal berkampanye sehingga dana sumbanganpun belum masuk. Ia memperkirakan Januari ini sumbangan dari caleg maupun lembaga lain mulai masuk Januari ini. "Alat peraga kampanye yang dipasang itu yang difasilitasi KPU, kalau mandiri belum ada," kata Kohar.

Berdasarkan data dari KPU Bantul, 16 parpol peserta Pemilu 2019 di Bantul sudah menyerahkan LPSDK pada Kamis (3/1) lalu. Dari 16 parpol itu, Gerindra merupakan parpol dengan dana terbanyak, yakni Rp871 juta, disusul Partai Bulan Bintang (PBB) Rp174 juta, dan Nasdem Rp130 juta.