Pelajar Gunungkidul Diajak Jaga Budi Pekerti dan Budaya Damai
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Bupati Gunungkidul Badingah memanen kangkung dari tanaman hidroponik yang dikembangkan melalui budi daya ikan bioflog di Dusun Kepek I, Kepek, Wonosari, Rabu (31/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, mengembangkan sistem perikanan terpadu. Dalam budi daya ini warga tak hanya memelihara ikan, tetapi juga mengembangkan tanaman sayuran.
Di dalam budi daya, ikan lele dipilih dan dikembangkan dalam kolam bioflog. Ada 10 kolam bioflog dan di setiap kolam terpasang paralon yang saling terhubung. Pipa-pipa ini untuk mengairi tanaman hidroponik yang berada di samping kolam.
Bupati Gunungkidul, Badingah, berkesempatan untuk panen perdana. Rencananya model pengembangan perikanan terpadu ini akan dikembangkan di tempat lain. “Hasilnya bagus karena selain panen ikan, warga juga bisa memanen sayuran,” kata Badingah kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).
Menurut dia, pengembangan budi daya ikan ini memiliki banyak manfaat. Pasalnya, selain untuk meningkatkan konsumsi makanan yang bergizi, juga sebagai upaya melatih masyarakat untuk berwirausaha. “Selain untuk dikonsumsi sendiri, ikan dan sayuran hasil budi daya dapat dijual sehingga warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Krisna Berlian, mengatakan program budi daya ikan bioflog di Kepek merupakan program percontohan. Rencananya kolam ini dikembangkan di tiga tempat lain, yakni di Desa Nglipar, Sodo dan Playen. “Hasilnya bagus dan kami juga sudah mengundang kelompok yang mengembangkan kolam bioflog,” katanya.
Menurut dia, program ini dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan di Gunungkidul. Pasalnya hingga sekarang tingkat konsumsinya masih di bawah rata-rata nasional. “Untuk Gunungkidul konsumsi ikan hanya 19 kilogram per kapita per tahun, sedangkan rata-rata nasional mencapai 40 kilogram per kapita. Mudah-mudahan dengan gerakan ini maka konsumsi ikan bisa ditingkatkan,” kata Krisna.
Kepala Dusun Kepek I, Desa Kepek, Sukirno, mengatakan budi daya perikanan terpadu yang dikembangkan memiliki banyak manfaat. Pasalnya pengembangan dilakukan di lahan yang sempit dan lokasinya di kawasan perkotaan. “Gerakan inovasi ini patut diapresiasi karena melibatkan anak-anak muda,” katanya.
Menurut dia, untuk budi daya ikan setiap kolam berdiameter dua meter ini dipelihara 1.000 ekor ikan lele. Sedang untuk tanaman hidroponik ditanami berbagai sayuran mulai dari selada, sawi, kangkung hingga daun mint. “Sudah mulai panen. Rencananya program ini akan terus dikembangkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendukung Gerakan Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai untuk mencegah kenakalan remaja dan kekerasan di sekolah.
Kementerian Hukum menyiapkan sistem peradilan pidana terpadu untuk penanganan perkara kekerasan seksual, pelindungan anak, dan pekerja migran.
Mobil dinas Brimob dan KA Bandara mengalami kecelakaan di Sedayu, Bantul. Polda DIY memastikan tidak ada korban maupun gangguan operasional.
KPK menggeledah dua rumah pribadi Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini setelah memeriksa pendopo dalam penyidikan dugaan suap dan gratifikasi.
Kemenperin optimistis penjualan mobil nasional pada 2026 dapat melampaui target 850.000 unit dan kembali mendekati 1 juta unit seiring pertumbuhan produksi dan
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.