Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Mobil melintas di lahan yang rencananya akan dijadikan sebagai lokasi pembangunan Pasar Prawirotaman, Selasa (17/9/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan fisik Pasar Prawirotaman yang tak kunjung dilakukan Pemkot Jogja mulai membuat pedagang pasar tersebut resah. Pasalnya, sejak pasar tempat mereka berjualan dibongkar beberapa bulan lalu, pedagang menempati pasar sementara yang lokasinya dinilai kurang layak.
Salah satu pedagang Pasar Prawirotaman yang tak bersedia disebutkan namanya mengaku sejak berdagang di lokasi pasar sementara yang berjarak sekitar 500 meter di selatan Pasar Prawirotaman, pemasukannya tidak sebesar waktu masih di Pasar Prawirotaman. Bahkan penurunan pendapatannya bisa mencapai lebih dari 50%.
“Penghasilannya jauh [lebih sedikit]. Saya sudah tidak berharap penghasilan di sini [pasar sementara]. Langganan yang dulu di Pasar Prawirotaman tidak mau datang ke sini,” kata dia saat ditemui Harianjogja.com di lapaknya, Selasa (17/9/2019).
Sebelum Pasar Prawirotaman dibongkar, pedagang asal Imogiri, Bantul itu berjualan pisang dengan menempati salah satu los sejak 30 tahun yang lalu, saat Pasar Prawirotaman masih sangat sederhana.
Di pasar sementara, dia mengeluhkan kondisinya yang sangat sepi pelanggan. Setiap hari, kata dia, dagangannya tidak selalu untung, malah sering tombok. “Di pasar lama biasanya pedagang pulang bisa sampai asar, kalau di sini jam 12.00 WIB saja sudah sepi,” kata dia.
Oleh karena itu dia berharap Pemkot segera menyelesaikan pembangunan Pasar Prawirotaman, agar aktivitas jual beli bisa kembali ramai. “Dulu pindahnya disuruh cepat-cepat, setelah kami pindah malah pembangunannya tidak segera dimulai. Ini yang bikin kami mangkel,” ucapnya.
Sebagai catatan, rencana pembangunan Pasar Prawirotaman telah disiapkan Pemkot sejak tahun lalu. Adapun para pedagang di pasar itu mulai direlokasi pada April lalu. Pasar itu direncanakan bakal menjadi bangunan pertama milik Pemkot Jogja yang mengadopsi konsep green building.
Meski belum ada pemenang lelang, Pemkot sudah membongkar bangunan pasar itu. Namun dari pantauan Harian Jogja, hingga kini di area bekas Pasar Prawirotaman tidak ada satupun aktivitas pembangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.