Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 14.359 KK ditetapkan sebagai Keluarga Sasaran Jaminan dan Perlindungan Sosial (KSJPS) 2019 Kota Jogja. Meski akan digunakan untuk berbagai program khususnya pengentasan kemiskinan, data ini dinilai kurang representatif menyasar semua warga miskin.
Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja, Krisnadi Setyawan, menuturkan tidak menutup kemungkinan masyarakat kelas menengah yang semula berada di atas garis kemiskinan, beralih menjadi di bawah garis kemiskinan. "Semisal karena sakit, ini yang masih dipersoalkan," katanya, Jumat (10/1/2020).
Selain itu, pengangguran juga tidak selalu masuk KSJPS. Mereka membutuhkan akses program pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan keterampilan, tapi kebanyakan program itu hanya bisa diakses dengan syarat memiliki KSJPS.
Upaya mengentaskan kemiskinan kata dia, memerlukan kerja sama lintas OPD. Di Komisi D yang mengampu ketenagakerjaan, pihaknya akan mencanangkan tiga hal. Pertama, pelatihan yang bisa diakses bukan hanya pemegang KSJPS, tapi juga kelas menengah.
Kedua, ia sedang mengupayakan regulasi upah minimum sektoral. Hal ini menimbang Kota Jogja memiliki sektor unggulan pariwisata, maka pekerja di sektor itu perlu mendapat penghargaan lebih. Regulasi ini sekarang sedang dalam pembahasan, dan ditargetkan 2021 bisa diterapkan.
"Ketiga, kita tidak perlu lagi menggembor- gemborkan kalau warga Jogja biar miskin tapi bahagia. Gimana bahagia kalau akses kesehatan susah. Sekolah gratis tapi nganter anak ke sekolah juga perlu motor. Sementara Pemda tidak menyediakan bus antar jemput sekolah," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat, mengatakan KSJPS 2019 sebanyak 14.359 KK. Junlah ini menurun dari 2018 dengan KSJPS sebanyak 15.282 KK. "Secara umum turun sebanyak 923 KK atau sebesar 6,04 persen. Kalau dalam satuan jiwa, turun sebanyak 3.916 jiwa atau 7,89 persen," kayanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.